Senin 30 Desember 2019, 16:43 WIB

Remaja Perlu Tidur Cukup, Ini Alasannya

Bagus Pradana | Weekend
Remaja Perlu Tidur Cukup, Ini Alasannya

Todaysparent
ilustrasi

TIDUR yang cukup dinilai sangat krusial untuk perkembangan mental dan fisik remaja. Para ahli sepakat bahwa orang tua sebaiknya tetap memberlakukan jam tidur yang ketat untuk remaja bahkan hingga usia 18 tahun. 

Sayangnya, mayoritas orang tua tidak berupaya untuk mengontrol pola tidur anak-anaknya ketika mereka telah menginjak usia remaja. Ssebuah penelitian menunjukkan bahwa jika orang tua mengatur secara ketat waktu tidur anak-anaknya hingga usia remaja akhir (14 - 17 tahun) akan memberikan dampak yang signifikan terhadap tumbuh kembang anak.

Para ilmuwan dari Universitas Rochester, New York telah melakukan penelitan terhadap 193 remaja berusia 14 hingga 17 tahun menemukan fakta bahwa, mayoritas diantara mereka tidak pernah diatur waktu tidurnya oleh orang tua mereka. 

Hanya 16 persen orang tua yang konsisten memaksakan waktu tidur kepada anak-anaknya. Merujuk pada keterangan yang mereka sampaikan, para peneliti mendapati fakta bahwa anak-anak yang memiliki waktu tidur cukup ternyata memiliki lebih banyak energi dari pada anak-anak lain di siang hari dan terhindar dari potensi depresi. 

"Orang tua yang mengatur secara ketat waktu tidur anak-anaknya juga secara tidak langsung meningkatkan kesempatan beristirahat anak-anaknya, sehingga kesehatan mental dari anak-anaknya akan lebih terjaga dengan baik," simpul para peneliti dalam Jurnal SLEEP, sebuah jurnal medis yang khusus meneliti tentang tidur.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh Dr Neil Stanley, peneliti independen yang fokus mengkaji tentang aktivitas tidur,"Tidur sangat penting bagi anak-anak remaja - untuk daya ingat, perkembangan, pertumbuhan dan kesehatan mental mereka. Memiliki waktu tidur yang teratur dapat menciptakan kebiasaan hidup yang baik." (M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More