Senin 30 Desember 2019, 16:37 WIB

Diguyur Air Bentuk Syukuran Puluhan Polisi Polres Tasikmalaya

Kristiadi | Nusantara
Diguyur Air Bentuk Syukuran Puluhan Polisi Polres Tasikmalaya

MI/Kristiadi
81 anggota polisi Polres Tasikmalaya disiram air saat sujud syukur setelah mendapat anugerah kenaikan pangkat, Senin (30/12/2019).

 

MENJELANG akhir tahun, puluhan anggota Polres Tasikmalaya Kota menggelar syukuran kenaikan pangkat yang dilakukan di halaman Polres Tasikmalaya, Senin (30/12/2019). Sebanyak 81 anggota Polri tengah berbaris menghormat bendera merah putih. Selang beberapa menit mereka diminta untuk melakukan sujud syukur atas kenaikan pangkat. Kemudian dilakukan penyemprotan air ke arah para polisi yang naik pangkat itu. Air bersumber dari kendaraan water canon.

Kapolres Tasikmalaya Kota, Ajun Komisaris Besar Anom Karibianto mengatakan, kenaikan pangkat jelang pergantian tahun baru tersebut harus disyukuri bersama agar lebih semangat terutama melayani masyarakat.

"Untuk kriteria kenaikan pangkat anggota Polri melalui kriteria dan penilaian khusus, tidak bergulir begitu saja seiring dengan berjalannya waktu. Para perwira, yang naik pangkat mulai dari AKP 5 orang, IPDA ke IPTU 8 orang, Bripka ke AIPDA 7 orang, Brigadir ke Bripka 41 orang dan Bripda ke Briptu 20 orang," terang Anom, Senin (30/12/2019).

baca juga: Gelombang di Samudra Hindia Tinggi, Wisatawan Diingatkan

Ia menambahkan kenaikan pangkat yang dianugerahkan kepada perwira sekarang harus disyukurinya seiring meningkatkan tanggung jawab kinerja yang dipikul.

"Kami meminta dengan kenaikan pangkat ini jangan sombong, jangan angkuh dan jangan melakukan pesta. Namun, harus bersyukurnya dengan memanjatkan doa supaya tugas yang dipikulnya bisa meningkatkan kinerja terutama bisa melayani masyarakat penuh semangat. Kami juga meminta supaya para anggotanya harus siap mengamankan pergantian tahun baru 2020 dengan rasa tanggung jawab," tegasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More