Senin 30 Desember 2019, 13:30 WIB

Sumut Berhasil Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Yoseph Pencawan | Nusantara
Sumut Berhasil Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Antara
Pemeriksaan kesehatan ibu saat hamil sangat penting untuk mencegah kematian ibu dan bayi.

 

PEMPROV Sumatra Utara menyatakan daerahnya telah berhasil menekan angka kematian ibu dan anak sepanjang 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, capaian indikator kesehatan mulai membaik sepanjang 2019. Salah satunya dilihat dari penurunan angka kematian ibu dan anak.

"Ini dapat dilihat dari Angka Kematian Ibu (AKI). Tahun 2019, AKI sebanyak 179 dari 302.555 kelahiran hidup atau 59,16 per 100.000 kelahiran hidup," paparnya, Senin (30/12/2019).

Angka ini menurun dibandingkan AKI tahun 2018 yang mencapai 186 dari 305.935 kelahiran hidup atau 60,79 per 100.000 kelahiran hidup. Angka itu juga jauh bisa ditekan dari target kinerja AKI tahun 2019 pada RJPMD Provinsi Sumut yang ditetapkan sebesar 80,1 per 100.000 kelahiran hidup.

Begitu pun dengan jumlah kematian bayi neonatus (bayi dengan usia kelahiran 0-28 hari) yang juga menurun. Sepanjang 2019, jumlah kematian neonatus (angka kematian neonatus/AKN) hanya ditemukan sebanyak 611 kematian atau 2,02 per 1.000 kelahiran hidup. Angka itu menurun dibandingkan jumlah kematian neonatus tahun 2018, yaitu sebanyak 722 kematian atau 2,35 per 1.000 kelahiran hidup.

Sementara 2019, jumlah kematian bayi sebanyak 730 kematian atau 2,41 per 1.000 kelahiran hidup. Menurun dibandingkan jumlah kematian bayi tahun 2018 sebanyak 869 atau 2,84 per 1.000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi terus ditekan dari target kinerja Angka Kematian Bayi(AKB) tahun 2019 pada RJPMD Provinsi Sumatera Utara yang
diperkirakan sebesar 4,5 per 1.000 kelahiran hidup.

Untuk mendorong penurunan angka kematian ibu dan bayi, khususnya neonatus, Pemprov Sumut melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan USAID-Jalin dan Kabupaten/Kota. Dengan lokus penurunan AKI-AKN di Asahan, Deliserdang, Mandailing Natal, dan Nias Selatan, dalam penguatan manajemen, sistem rujukan serta pemberdayaan SDM.

baca juga: Lebih Mudah Turun Kelas BPJS Kesehatan Lewat Aplikasi JKN

Penandatanganan MoU juga dilakukan dengan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara. Jalinan kerja sama itu untuk memberikan fasilitas dan pendampingan kepada petugas pengelola kesehatan ibu dan anak di kabupaten/kota dan puskesmas. Pemprov Sumut juga melakukan pelatihan kegawatdaruratan maternal neonatal serta monitoring/pendampingan paska pelatihan, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi seperti POGI dan IDAI. (OL-3)

 

Baca Juga

Dok The Learning Farm

Optimisme Petani Cidaun Hingga Sleman di Masa Pandemi  

👤Iis Zatnika 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 22:25 WIB
Sektor pertanian memang moncer di saat pandemi, namun dibutuhkan kolaborasi para pemangku kepentingan untuk mengungkit kesejahteraan...
Antara

Ulama : Bisnis Prostitusi Daring di Aceh Meningkat Selama Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 22:00 WIB
Maraknya dugaan prostitusi daring yang ditawarkan melalui aplikasi media sosial melalui telepon pintar di Aceh, telah menyebabkan keresahan...
MI/Rendy Ferdiansyah.

BMKG : Aceh Harus Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga Pekan Depan

👤Mediaindonesia 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 21:30 WIB
Hingga awal pekan depan 'share line' (belokan angin) masih akan terjadi di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya