Senin 30 Desember 2019, 12:54 WIB

Ukraina dan Kelompok Separatis Pro-Rusia Bertukar 200 Tahanan

Melalusa Susthira K | Internasional
Ukraina dan Kelompok Separatis Pro-Rusia Bertukar 200 Tahanan

Sergei CHUZAVKOV/AFP
Tahanan yang dilepas kelompok seperatis pro-Rusia berpelukan dengan keluarga mereka di Bandara Boryspil, Kiev, Ukraina, Minggu (29/12).

 

PEMERINTAH Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia menukar 200 tahanan terkait konflik di wilayah timur Ukraina pada Minggu (29/12) kemarin. Pertukaran tahanan itu diadakan di dekat Kota Gorlivka, Donetsk, yang dikuasai kelompok pemberontak.

"Ini menakjubkan, saya sangat senang," ungkap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kepada wartawan, setelah menyapa mantan tahanan yang dibebaskan tersebut di Bandar Udara Internasional Boryspil dekat ibu kota Ukraina, Kiev.

Kantor kepresidenan Ukraina mengatakan bahwa 76 tahanan, yang terdiri dari 12 personil militer dan 64 warga sipil, telah dikembalikan kelompok separatis.

Sementara pemimpin separatis mengatakan mereka telah menerima 124 tahanan pro-Rusia dari Pemerintah Ukraina, yang berarti 200 tahanan ditukar secara keseluruhan.

Sebanyaj 76 tahanan penting Ukraina tersebut kemudian diangkut menggunakan sebuah pesawat dan disambut kerumunan keluarga dan kerabat mereka. Anggota keluarga yang beberapa di antaranya membawa anak-anak, bergegas memeluk para mantan tahanan dengan air mata dan teriakan kegembiraan.

"Yang paling penting saya ingin bersantai setelah semua ini dan melupakan sesegera mungkin apa yang terjadi di sana," ujar seorang warga sipil yang dibebaskan, Anatoliy Semerenko, kepada wartawan.

Pemerintah Ukraina juga menyerahkan kepada kelompok separatis, lima polisi anti huru-hara sebagai bagian dari pertukaran yang diduga terlibat dalam penumpasan berdarah selama pemberontakan pro-Barat (revolusi Maidan) pada 2014 lalu.

Pembebasan mereka yang jelas telah memicu kemarahan publik dan aksi unjuk rasa. Namun, Pejabat Ukraina mengatakan bahwa polisi anti huru-hara akan tetap diadili.

Adapun Presiden Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron memuji pertukaran 200 tahanan itu sebagai langkah positif.

Pertukaran tahanan tersebut dilakukan sebagai implementasi pertemuan de-eskalasi konflik Ukraina timur, antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukrania Volodymyr Zelensky yang dimediasi Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama Kanselir Jerman Angela Merkel di Paris, Prancis, pada Senin (9/12) lalu.

Pertemuan tersebut berhasil menghasilkan kesepakatan terkait sejumlah langkah untuk mengakhiri konflik antara separatis pro-Rusia dan pasukan Ukraina.

Selain itu, kesepakatan pembebasan dan tukar-menukar semua tahanan terkait konflik di Ukraina timur pada akhir tahun ini sebagai bagian dari gencatan senjata, serta penarikan pasukan militer dari tiga wilayah garda depan konflik pada Maret 2020 mendatang.

Sebelumnya pemerintah Ukraina melakukan pertukaran masing-masing 35 tahanan dengan Rusia pada September lalu. Adapun pertukaran tahanan antara Pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia terakhir dilakukan pada Desember 2017 lalu.

Hubungan antara Ukraina dan Rusia hancur setelah terjadinya pemberontakan berdarah pada 2014 lalu, yang menggulingkan pemerintahan Ukraina yang didukung Kremlin yakni Presiden Viktor Yanukovych. Pemerintah Federasi Rusia lantas melanjutkan untuk menganeksasi wilayah Krimea dari Ukraina.

Tak lama setelah Rusia menganeksasi Krimea, kelompok separatis tersebut menguasai wilayah Donetsk dan Lugansk. Pertempuran yang berlangsung sejak 2014 lalu antara pasukan pemerintah Ukraina dan milisi yang didukung Rusia di Ukraina timur yang melancarkan upaya kemerdekaan, telah menyebabkan. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More