Senin 30 Desember 2019, 08:15 WIB

Percayakan Kasus Novel ke Kepolisian

Iam/Ant/X-11 | Politik dan Hukum
Percayakan Kasus Novel ke Kepolisian

Dokumentasi MI/*/Tim Riset MI
Perjalanan Kasus Novel Baswedan

 

MENTERI Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memercayakan penanganan kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik senior KPK Novel Baswedan kepada kepolisian.

“Tersangkanya dua orang sudah ditahan oleh polisi, diamankanlah istilahnya, sudah bagus. Kita serahkan kepada polisi, kejaksaan, kemudian hakim, itu saja,” Kata Mahfud setelah acara memperingati satu dekade wafatnya Abdurrahman Wahid di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12).

Selain itu, mantan hakim Mahkamah Konstitusi itu meminta masyarakat untuk tetap memercayakan proses berikutnya ke peng­adilan.
Ia yakin, pengadilan akan membuka semua tabir terselubung yang mengganjal dalam penanganan kasus tersebut.

“Kita percayakan kepada pengadilan. Pengadilan pun akan membuka semua tabir yang terselubung dari seluruh kasus itu. Kalau memang masih ada yang terselubung, nanti akan terbuka di pengadilan,” ujar Mahfud.

Sebelumnya, kepolisian telah menangkap tersangka berinisial RM dan RB di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Keduanya diduga menyiram­kan air keras kepada Novel.

Kedua anggota polisi aktif tersebut akan ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan Bareskrim Polri guna proses penyidikan perkara.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis juga telah meminta masyarakat ber­sabar terkait penyidikan kasus Novel Baswedan.

“Beri waktu kepada para penyidik untuk melakukan proses penyelidikan. Ke depan sidangnya juga akan terbuka di PN (pengadilan negeri),” kata Idham beberapa waktu lalu.

Kasus Novel tersebut sudah berumur dua setengah tahun. Penyidik senior KPK itu diserang dua orang tidak dikenal seusai salat Subuh di Masjid Jami Al Ihsan di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada April 2017.

Pada 17 Juli 2019, Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyiram­an air keras terhadap Novel Baswedan mere­komendasikan agar Kapolri, yang saat itu dijabat Jenderal Tito Karnavian, mendalami keberadaan tiga orang yang diduga terkait kasus tersebut.

Pada 19 Juli 2019, Presiden Joko Widodo memberi waktu tiga bulan kepada Kapolri untuk menyelesaikan kasus itu. Seiring pergantian Kapolri kepada Idham Azis, Presiden memberikan tambahan waktu untuk mengungkap kasus hingga Desember 2019. (Iam/Ant/X-11)

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Adimaja

Dalam Setahun, Kejagung Jatuhkan Sanksi pada 109 Jaksa

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 07:58 WIB
Pemeriksaan oleh Direktorat Jamwas dilakukan guna menilai tingkat kebenaran dari aduan...
ANTARA/Basri Marzuki

KPU Tetapkan Jumlah DPT Pilkada 2020

👤Anggitondi Martaon 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 07:41 WIB
Jumlah pemilih yang masuk DPT mencapai 100.359.152...
ANTARA/Hafidz Mubarak A

ICW Laporkan Firli ke Dewas KPK Terkait OTT UNJ

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 06:32 WIB
ICW mencatat ada empat dugaan pelanggaran etik yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya