Minggu 29 Desember 2019, 08:15 WIB

Bersama Amankan Keriaan Warga

Cah/AT/LN/PS/YP/BY/LD/JI/YH/RK/AD/PO/OL/HT/N-2 | Humaniora
Bersama Amankan Keriaan Warga

ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc
Personel gabungan menggelar apel pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020 di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (18/12/2019).

 

PERAYAAN Natal di Tanah Air telah berlangsung aman. Masyarakat berharap suasana serupa juga akan terjadi pada malam pergantian tahun.

Apresiasi atas kondusifnya malam Natal diungkapkan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. "Polri, TNI, pemerintah, dan masyarakat telah mampu membuat perayaan Natal berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar. Tidak ada gangguan keamanan. Kami sangat mengapresiasi kondisi itu," ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Setelah Natal, konsentrasi pun beralih ke malam pergantian tahun. Demi menyiapkan suasana perayaan yang kondusif dan aman, komisioner Ombudsman berkunjung ke sejumlah lokasi, kemarin.

Di Posko Natal-Tahun Baru di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, komisioner Adrianus Meliala mengaku puas. "Pelayanan yang disediakan posko terhitung baik. Tidak ada hambatan."

Sejauh ini Ombudsman melihat banyak fasilitas dan terobosan yang dilakukan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah sehingga perayaan tahunan itu berjalan lancar. Namun, saat memantau ruas Tol Lingkar Luar Jakarta dan Tol Jakarta-Tangerang, Andrianus menemukan 12 kamera pantau mati.

Ia menilai kondisi itu bisa membuat fungsi pengawasan berkurang. "Ini harus menjadi pelajaran dan segera ditindaklanjuti Jasa Marga," tandasnya.

Juru bicara PT Jasa Marga, Reza Febriano, pun berjanji akan segera memperbaiknya. "Perbaikan bisa cepat karena kami memiliki petugas yang andal."

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga bergerak ke Yogyakarta. Ia melihat kesiapan angkutan selama libur Tahun Baru di Yogyakarta International Airport dan Stasiun Tugu. "Sejauh ini berjalan lancar. Saya minta PT Kereta Api meningkatkan kapasitas angkutnya," sambungnya.

Aparat keamanan di daerah mengaku sudah siap mengamankan perayaan pergantian tahun. Polda Jawa Timur, misalnya, mengerahkan aparat dalam jumlah besar, yakni mencapai 11.062 personel gabungan. Di Makassar, Sulawesi Selatan, polda mengerahkan 5.700 personel gabungan. Sementara itu, perayaan di Sumatra Selatan akan dikawal oleh 2.133 personel Polri, TNI, dan masyarakat. Polda Sumatra Utara juga tidak mau kecolongan sehingga mengerahkan 9.800 personel Polri dan TNI.

Situasi berbeda harus dihadapi Polda Jawa Barat. "Pergerakan warga ke objek wisata sangat berlimpah pada hari pertama 2020. Kami menyiapkan rekayasa lalu lintas di banyak titik," ujar juru bicara Polda Jabar AKB Abdussalam. (Cah/AT/LN/PS/YP/BY/LD/JI/YH/RK/AD/PO/OL/HT/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More