Minggu 29 Desember 2019, 07:50 WIB

Sosialisasi Moderasi hingga Arab Saudi

Bay/X-3 | Humaniora
Sosialisasi Moderasi hingga Arab Saudi

MI/Susanto
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi

 

UNTUK menyosialisasikan program moderasi beragama kepada guru dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah Indonesia di Arab Saudi, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi melakukan kunjungan kerja ke negara tersebut.

Dalam kunjungannya, Wamenag selain berdialog tentang program pendidikan keagamaan (Islam), juga memaparkan gagasan Islam moderat (Islam wasathiyah) dan ancaman pemikiran gerakan radikalisme dalam beragama terhadap keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Banyak faktor seseorang atau kelompok masyarakat menjadi radikal, di antara pandangan radikal, misalnya menganggap paham keagamaannya paling benar dan memandang paham dan praktik beragama orang lain salah atau sesat. Sikap mudah mengafirkan orang Islam dan berlebihan dalam beragama termasuk sikap radikal," kata Zainut Tauhid melalui keterangan tertulisnya kepada Media Indonesia, kemarin.

Dalam salah satu dialog dengan para guru sekolah Indonesia di Riyadh, Mekah, dan Madinah, Zainut menjelaskan secara panjang-lebar negara Pancasila menjamin semua agama hidup dan menjamin warga negara menjalankan ajaran agama sesuai keyakinan masing-masing.

"Meskipun paham khilafah diakui kalangan ulama sebagai ajaran Islam dan pernah ada dalam sejarah peradaban umat Islam, konsep itu tidak dapat diberlakukan di Indonesia. Tertolak karena bangsa Indonesia telah memiliki kesepakatan tentang bentuk negara dan dasarnya, yakni Pancasila," ujar Zainut.

Dalam menanggapi kunjungan Wamenag, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menilai untuk memasyarakatkan moderasi beragama memang harus diakukan melalui dialog yang terbuka.

"Tidak alergi terhadap kritik dan tidak menganggap dirinya dan pemahamannya benar. Islam washatiyah merupakan konsep yang menjunjung tinggi kebenaran dan menjadikan kebenaran itu wasit atau hakim dalam menilai cara berpikir dan tindakan kita apakah sudah benar atau belum," tandas Anwar. (Bay/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More