Minggu 29 Desember 2019, 06:18 WIB

Ombudsman Berharap Penyerang Novel Tidak Menyisakan Masalah

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
Ombudsman Berharap Penyerang Novel Tidak Menyisakan Masalah

MI/ROMMY PUJIANTO
Anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala berharap kasus tertangkapnya penyerang Novel Baswedan tidak menyisakan masalah.

 

OMBUDSMAN RI berharap ditangkapnya penyerang penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjadi akhir kasus tersebut. Kedua pelaku diharapkan tak menyisakan persoalan dikemudian hari.

"Jangan sampai itu si pelaku tertangkap Tapi prosesnya menyisakan masalah. Misal pelaku sudah terungkap, lalu pengacaranya menggugat," ujar anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala di Kantor Ombudsman,  Sabtu (28/12/2019).

Adrianus menjelaskan, potensi tersebut bisa dipersoalkan jika pelaku membawa penangkapan tersebut di ranah praperadilan. Muncul teori jikalau yang menangkap pelaku tak mendapat surat izin, yang menyidik bukan penyidik atau yang ditangkap penyidik bukan berdasarkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

"Kami dukung langkah polisi sekarang tapi kami harap proses dalam penangkapan ini dua tersangka benar, clear, dan tak bisa dipersoalkan," ujar Adrianus.

Korps Bhayangkara menangkap dua polisi, RB dan RM, yang diduga meneror Novel Baswedan, di Jalan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis, 26 Desember 2019. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

baca juga: Mahfud MD Percayakan Kasus Novel Pada Kepolisian

Dua orang tak dikenal menyiram Novel Baswedan dengan air keras pada Selasa, 11 April 2017. Novel diteror usai salat Subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More