Sabtu 28 Desember 2019, 20:30 WIB

Ngamen di Masjid, Dua Warga Pakistan Ditangkap

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
Ngamen di Masjid, Dua Warga Pakistan Ditangkap

Ilustrasi
Ngamen di Masjid, Dua Warga Pakistan Ditangkap

 

DUA warga asing asal Pakistan, FG dan MAG diringkus pihak aparat Imigrasi Kota Depok. Keduanya diringkus ketika sedang mengamen di sebuah Masjid,Jalan Margonda Raya, Kelurahan Depok, Pancoranmas, Kota Depok, Jawa Barat.

Humas Kantor Imigrasi Kota Depok, Newin, mengatakan, FG dan MAG diringkus lantaran menyalahgunakan izin kunjungan.

"FG dan MAG melanggar izin kunjungan," ujarnya saat dimintai konfurmasi, Sabtu (28/12).

Selain melanggar izin kunjungan, lanjut Newin, perbuatan FG dan MAG juga telah meresahkan masyarakat lantaran mengamen meminta uang ke beberapa masjid, musala, dan warga di Kota Depok.

"Kegiatan kedua warga Pakistan tersebut dikategorikan sudah mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat," tuturnya.

Menurut Newin, FG dan MAG memegang izin tinggal kunjungan untuk beberapa kali perjalanan dengan penjamin PT GTI.

"Namun, ketika kami tanyakan siapa yang menjamin keberadaan yang bersangkutan di Indonesia, mereka menjawab tidak mengetahuinya,  ungkap Newin.

Newin mensinyalir PT GTI mendatangkan orang asing tersebut tanpa tujuan yang jelas.


Baca juga: 498 Warga Depok Derita Gangguan Jiwa Berat


Dikatakan Newin, dalam hasil interogasi, kegiatan kedua warga Pakistan di Kota Depok bertujuan mengumpulkan uang untuk dikirimkan ke suatu lembaga di Pakistan bernama Madirsa Arabia Madnia Jamia Masjid Roshni, Pakistan.

"FG dan MAG mengumpulkan uang lalu mengirimkan hasil pungutan tersebut melalui Western Union (WU) ke seseorang bernama ABG, seorang warga Pakistan," ungkapnya.

Sedikitnya dana yang telah terkumpul sebanyak Rp39.714.000 dari beberapa Dewan Kemakmuran Masjid di Bekasi, Bogor, dan Depok.

"Ke semua uang tersebut saat ini sudah dikirimkan atau ditransfer ke ABG via WU," katanya.

Menurut Newin, kegiatan FU dan MAG ini tidak memiliki izin dari instansi terkait untuk melakukan pemungutan dan kegiatannya tidak sesuai dengan peruntukan izin tinggal yang diberikan.

Baik orang asing maupun penjaminnya, sambung Newin telah melanggar Peraturan Keimigrasian dalam Pasal 122 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Dalam pasal tersebut, keduanya dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp500 juta. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Aprilio Akbar

Pemotor yang Berteduh di Bawah Jembatan Layang Akan Dipidana

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:35 WIB
Hal itu terlihat dengan adanya rambu dilarang berhenti yang terpasang di pinggir...
MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Polisi Cek CCTV Cari Pelaku Begal Perwira Marinir saat Bersepeda

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:28 WIB
"Kita identifikasi diduga ada 2 motor dari CCTV, tapi masih kita dalami dari dua motor itu, karena arahnya sama," kata...
Antara

Pemprov DKI Klaim Siap Antisipasi Banjir

👤Anis Putri Yuliani 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 22:50 WIB
"Prinsipnya Pemprov DKI Jakarta akan terus mengupayakan, memastikan tidak ada warga yang terdampak genangan lagi," pungkas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya