Sabtu 28 Desember 2019, 20:11 WIB

ASN Penabrak Pesepeda Positif Konsumsi Sabu

Antara | Megapolitan
ASN Penabrak Pesepeda Positif Konsumsi Sabu

Antara
Petugas kepolisian mengamankan tempat kejadian minibus menabrak tujuh pesepeda di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019

 

SEORANG aparatur sipil negara (ASN) berinisial TP yang menabrak tujuh pesepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakara Selatan, dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis ekstasi setelah menjalani tes oleh penyidik kepolisian.

Saat dimintai keterangan oleh petugas, tersangka TP mengaku mengonsumsi narkotika jenis ekstasi. "Hasil cek urin tersangka positif mengkonsumsi amphetamine. Menurut pengakuan tersangka mengonsumsi ekstasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Sabtu (28/12).

Penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melakukan penahanan kepada tersangka TP. "Tersangka akan dilakukan penahanan," sambungnya.

Pascakecelakaan polisi telah menyita sejumlah barang bukti kejadian seperti SIM A milik TP, STNK Toyota Avanza, satu unit kendaraan Toyota New Avanza dan tujuh unit sepeda.

Kecelakaan terjadi di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Gedung Summitmas Jakarta Selatan sekitar pukul 06.10 WIB. Pada saat itu kendaraan yang dikemudikan TP melaju dari arah utara ke selatan.

Sesampainya depan Gedung Summitmas menabrak rombongan pesepeda hingga mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Korban berinisial MRP mengalami luka pada kepala bagian belakang. Satu korban berinsial LM, mengalami luka di badan dan tangan, pria berinisial HIS mengalami luka di pinggang berupa memar.

Serta empat pria yang masih berstatus pelajar yang berinisial HF, RZ, GR, dan KA seluruhnya menderita luka. (X-15)

Baca juga: Polisi akan Tahan ASN Penabrak Pesepeda di Jalan Sudirman

Baca juga: Pemprov DKI Gelar Kawin Massal Hingga Hadirkan Rhoma Irama

Baca juga: Pemprov DKI Dirikan 20 Posko Gabungan Saat Perayaan Tahun Baru

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More