Minggu 29 Desember 2019, 02:55 WIB

Hatta Ali Sempat Dicurigai Masyarakat

MI | Humaniora
Hatta Ali Sempat Dicurigai Masyarakat

MI/Susanto
Ketua Mahkamah Agung (MA) RI, Muhammad Hatta Ali

 

KETUA Mahkamah Agung (MA) RI, Muhammad Hatta Ali, 69, mengakui kepercayaan masyarakat terhadap kinerja MA sempat goyah. Itu dulu saat dia baru diangkat sebagai ketua MA. Kini yang dia rasakan kepercayaan masyarakat telah pulih. Berbeda dengan saat pertama kali ia baru diangkat menjadi ketua MA periode pertamanya pada 2012-2017.

"Pada waktu saya pertama kali dipercaya sebagai ketua MA, surat yang masuk kepada saya semua mempertanyakan, 'Kenapa perkara saya sudah bertahun-tahun bahkan belasan tahun belum putus'."

Bahkan, ada yang bilang kepada saya, 'Usia saya tinggal sedikit, saya mau perkara saya diputus sebelum memasuki ajal saya. Terenyuh kan,' papar Hatta saat pergelaran refleksi akhir tahun di Gedung MA, Jakarta.

Namun, segala bentuk pertanyaan dan keluhan masyarakat mengenai penyelesaian perkara tersebut, seiring waktu, berkurang. Bahkan, pada 2014, surat-surat yang masuk ke MA malah mempertanyakan putusan perkara yang dianggap terlalu cepat lantaran hitungan hari sudah diputus MA.

"Kami melakukan percepatan mulai 2012. Pada 2014, kami peroleh surat-surat yang masuk, 'mengapa putusannya terlalu cepat'. Di bawah tiga bulan. Ada putusan yang hitungannya mingguan, bahkan hitungan hari sudah putus," ujar Hatta.

Putusan yang dianggap terlalu cepat, membuat MA dan jajarannya dicurigai masyarakat pada waktu itu. Masyarakat menilai ada faktor X di belakang kinerja penyelesaian perkara itu.

"Ini pasti ada apa-apanya, (kami) dicurigai. Putus lama dicurigai, putus cepat dicurigai juga. Namun, 2-3 tahun terakhir ini, tidak ada lagi yang menanyakan seperti itu. Berarti saya dapat menyimpulkan, masyarakat sudah tahu bagaimana keadaan MA saat ini," pungkasnya. (*/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More