Sabtu 28 Desember 2019, 20:05 WIB

Depresi Anak Bisa Dilacak, Kenali Gejalanya

Bagus Pradana | Weekend
Depresi Anak Bisa Dilacak, Kenali Gejalanya

123rf
Anak depresi

BANYAK penyitas depresi tidak menyadari penyakit yang dideritanya hingga mereka memasuki usia remaja. Ketidaktahuan itu disebabkan gejala depresi, seperti kecemasan dan rasa ketidaknyamanan sulit terdeteksi di bawah usia tersebut.

Namun para peneliti dari Universitas Northeastern, Boston, mengklaim telah berhasil mengatasi masalah tersebut. Mereka melakukan pemindaian MRI terhadap 100 anak yang berusia di bawah 11 tahun. Mereka mengklaim dapat memprediksi siapa saja di antara mereka yang berpotensi depresi.  

Dari penelitian tersebut didapatkan 94 anak disinyalir berpotensi  depresi, merujuk pada lemahnya respon afektif yang dalam anatomi otaknya. Hal tersebut diperkirakan akan mempengaruhi suasana hati dan kemampuannya mengambil keputusan.

Aliran darah yang tinggi di seputaran otak menunjukkan interaksi antarsel yang sehat, menunjukkan anak-anak mampu mengelola emosi mereka dengan baik. Namun jika aliran darah di otak terpantau rendah kemungkinan mereka berpotensi mengalami depresi, sehingga perlu segera dikroscek dengan memeriksa gejala-gejala motorik yang muncul dari perilaku yang mereka tunjukan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir.

Untuk memverifikasi temuan tersebut, para peneliti dari Universitas Northeastern melakukan sesi mewawancarai terhadap orangtua dari anak-anak yang menjadi subjek penelitian mereka secara terpisah.

Sesuai dengan prediksi para peneliti, para orangtua melaporkan melihat gejala fisik seperti kecemasan dan kelelahan yang luar biasa terjadi pada anak-anak mereka. Di saat anak-anak  menunjukan 'internalisasi prilaku', seperti menarik diri dari keluarga maupun teman-teman mereka.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Psychiatry itu para peneliti memperkirakan satu dari lima orang anak mengalami gejala depresi. Gejala ini berpotensi akan semakin memburuk dalam kurun waktu empat tahun jika tidak terlacak orangtuanya. (M-3)

Baca juga : Daniel Tan Menemukan Jalan Lanjutkan Hidup
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More