Sabtu 28 Desember 2019, 19:00 WIB

Dorong Ekonomi Kreatif, Wali Kota Denpasar Rilis Buku

mediaindonesia.com | Ekonomi
Dorong Ekonomi Kreatif, Wali Kota Denpasar Rilis Buku

Istimewa
Wali Kota Denpasar Rai Mantra (kiri) saat peluncuran dan bedah buku Denpasar must be KereAktif di Denpasar, Bali, Sabtu (28/12).

 

UNTUK mendorong ekonomi kreatif di Bali, khususnya di Denpasar, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra meluncurkan buku bertajuk 'Denpasar must be KereAktif'.

Buku tersebut diklaim memiliki makna mendalam untuk mendorong masyarakat Denpasar yang semula kere dan tidak memiliki kegiatan, menjadi aktif dan kreatif menciptakan sebuah karya. Pada akhirnya mereka diharapkan bisa menemukan passion dalam dirinya.

"Kalau orang kere tidak aktif dan kreatif, terus dia hanya diam saja, sampai kapan pun akan tetap kere, sementara kalau orang kere tapi dia aktif, dia akan mendapatkan value-nya sendiri dan bisa maju," ujar Rai Mantra saat peluncuran buku sekaligus peresmian Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Sabtu (28/12).

Ia menambahkan, saat ini sangat penting untuk mendidik anak-anak serta mengarahkan generasi muda untuk pendidikan yang berbasis kreativitas.

"Kami dari pemerintah berusaha untuk menjadi fasilitator yang diharapkan bisa mendorong generasi muda Denpasar semakin maju," urai Rai Mantra.

Buku tersebut berisi perjalanan Kota Denpasar dalam membangun SDM yang kreatif dan inovatif sampai berhasil. Pada bagian lain, buku itu juga menceritakan perjalanan Rai Mantra mulai dari menjadi wirausahawan hingga menjadi wali kota.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar I Wayan Hendaryana menjelaskan buku karya Rai Mantra tersebut diterbitkan Gramedia dan kini sudah tersebar di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Bali.

"Saya berharap dengan diluncurkannya buku ini, masyarakat Denpasar bisa mendapatkan gambaran terkait proses kesuksesan dari tokoh-tokoh ekonomi kreatif di Denpasar, sehingga bisa menjadi motivasi untuk semua orang," tandas Hendar. (RO/X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More