Sabtu 28 Desember 2019, 18:47 WIB

Terapi Akupuntur Bantu Atasi Obesitas

Eni Kartinah | Humaniora
Terapi Akupuntur Bantu Atasi Obesitas

Istimewa
Akupunktur untuk mengatasi obesitas merupakan teknik terapi dengan perangsangan titik-titik tertentu di permukaan tubuh.

 

TERAPI akupunktur telah dikenal sejak 4.000-5.000 tahun lalu sebagai bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok. Terapi itu kemudian dikembangkan hingga menjadi bagian dari ilmu kedokteran modern, bahkan menjadi salah satu spesialisasi kedokteran. Manfaatnya beragam, antara lain membantu mengatasi obesitas. Bagaimana cara kerjanya?

Dokter spesialis akupunktur Klinik Sakti Medika, dr Hety SpAk, menjelaskan, akupunktur untuk mengatasi obesitas merupakan teknik terapi dengan perangsangan titik-titik tertentu di permukaan tubuh yang dapat berperan dalam menurunkan berat badan melalui beberapa cara. Yaitu dengan mengatur pusat lapar kenyang di otak sehingga dapat menurunkan nafsu makan, meningkatkan tonus lambung sehingga porsi makan berkurang, serta memperbaiki metabolisme gula dan lemak sehingga penumpukan lemak berkurang.

“Pada kasus obesitas, akupunktur akan mengubah level neurotransmitter di sistem saraf pusat melalui perangsangan saraf perifer (tepi) di titik-titik akupunktur,” ujar dr Hety pada perayaan HUT k3-23 Kinik Sakti Medika, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Susunan saraf pusat yang teraktivasi, lanjutnya, mengeluarkan hormon endorfin, monoamin, dan kortisol yang akan meningkatkan mood, dan memperbaiki regulasi asupan makanan.

Penusukan di area lokal juga menyebabkan vaskularisasi (aliran darah) meningkat. Adapun efek pada pengaturan sistem metaboisme yaitu terjadi peningkatan siklik adenosin monofosfat serta mengaktifkan enzim lipase sehingga meningkatkan liposis (penghancuran lemak).

“Terapi ini harus didukung dengan kepatuhan tinggi untuk menjalani gaya hidup sehat termasuk makan makanan bergizi dan seimbang, minum air putih dua liter sehari, rutin olahraga, serta tidur cukup berkualitas,” kata dr Hety.

Menurutnya, terapi akupunktur yang disertai perubahan gaya hidup merupakan salah satu terapi ideal untuk menormalkan berat badan. “Penurunan berat badan terjadi perlahan-lahan, disertai perubahan poa hidup ke arah yang sehat, sehingga berat badan ideal yang diraih akan stabil,” imbuhnya.

Pada kesempatan sama, Direktur Marketing Klinik Sakti Medika, Elvira Megasari Saragih, menambahkan, akupunktur merupakan terapi yang aman dan efektif dalam menurunkan berat badan dan merampingkan tubuh (body slimming), terlebih jika terapi ini dilakukan oleh dokter spesialis akupunktur.

“Macam tindakan yang dilakukan sangat beragam, kombinasinya ditentukan oleh profil pasien dan kebutuhan sesuai dengan anjuran dokter saat konsultasi. Tidak hanya menggunakan jarum, akupunktur juga dapat dilakukan dengan teknik elektroakupunktur, aquapunktur, tanam benang / tarik benang, dan alat/teknologi modern lainnya,” terangnya. (OL-09)

 

Baca Juga

ANTARA/Olha Mulalinda

Komorbid Jadi Penyebab Terbanyak Kematian Pasien Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:56 WIB
Komorbid menjadi penyebab terbanyak kematian pasien covid-19 di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi...
Dok Book My Show

Bersepeda Sembari Beramal di Bike for Hope

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:21 WIB
Tujuan utama dari acara Bike for Hope adalah donasi untuk pekerja seni yang terkena dampak...
MI/Adam Dwi

Suryopratomo Mimpi Jadi Pemain Sepak Bola

👤Suryani Wandari Putri 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 04:40 WIB
WARTAWAN senior Suryopratomo, 59, tak pernah sekalipun memimpikan menjadi Duta Besar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya