Sabtu 28 Desember 2019, 17:44 WIB

Dua Tersangka Penyerang Novel Baswedan Ditahan 20 Hari

Dua Tersangka Penyerang Novel Baswedan Ditahan 20 Hari

Antara
Dua tersangka penyerang Novel Baswedan (berbaju oranye).

 

DUA tersangka kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan akan ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan Bareskrim Polri guna proses penyidikan perkara.

"Mulai hari ini juga tersangka sudah dilakukan penahanan. Kita tahan 20 hari ke depan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (28/12).

Dua tersangka yakni RB dan RM pada pukul 14.26 WIB menjalani proses pemindahan tersangka dari Rumah Tahanan Polda Metro Jaya ke Rumah Tahanan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

"Jadi pelaku yang diduga melakukan penyiraman terhadap saudara Novel hari ini setelah dilakukan pemeriksaan akan dibawa ke Bareskrim Polri," katanya.

Tersangka yang diketahui berprofesi sebagai anggota Polri itu, kata Argo, masih melalui serangkaian proses penyidikan.

Tim penyidik masih mendalami kasus tersebut yang dimulai sejak tersangka ditangkap di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (26/12) malam.

"Tentunya ya semuanya motif ditanyakan, baik itu mengenai masalah, motif pun ditanyakan, kronologisnya ditanyakan semuanya ya," katanya.

Hasil keterangan dari tersangka kepada tim penyidik akan dituangkan dalam bentuk berita acara pemeriksaan (BAP) untuk selanjutnya dilimpahkan berkasnya kepada pengadilan.

"Polisi itu bukan untuk menghakimi bukan, tapi membuktikan. Makanya hasil dari pada pembuktian ini akan digunakan di sidang pengadilan," ujarnya. (X-15)

Baca juga: Tersangka Penyiram Novel Baswedan: Dia Pengkhianat

Baca juga: Ini Pembagian Peran Dua Tersangka Penyerang Novel Baswedan

Baca juga: Mabes Polri Tegaskan RM dan RB Ditangkap di Rumah

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More