Sabtu 28 Desember 2019, 14:50 WIB

Jelang Kota Bebas Kantong Plastik, Pemkot Bekasi Kampanye di Mal

Gana Buana | Megapolitan
Jelang Kota Bebas Kantong Plastik, Pemkot Bekasi Kampanye di Mal

Ist
Jelang Kota Bebas Kantong Plastik, Pemkot Bekasi Kampanye di Mal

 

PEMERINTAH Kota Bekasi berencana menggelar kampanye pengurangan kantong plastik di salah satu perbelanjaan di Kota Bekasi, Senin (30/12). Hal ini dilakukan juga sebagai sosialisasi Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 37 Tahun 2019 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Yayan Yuliani menyampaikan, dalam kampanye tersebut pemerintah menggandeng komunitas pecinta lingkungan, asosiasi dan anggota pengusaha ritel modern, asosiasi dan anggota pusat belanja Indonesia dan kepala pasar se-Kota Bekasi. Adapun, lokasi acara akan diselenggarakan di lantai dasar Mal Metropolitan Bekasi.

"Kampanye ini tujuannya untuk pengurangan kantong plastik di pasar modern dan pasar tradisional se-Kota Bekasi," ungkap Yayan, Sabtu (28/12).

Yayan menyampaikan, kegiatan akan diisi di antaranya deklarasi pengurangan kantong plastik oleh Asosiasi Pengusaha Ritel, UMKM, dan UPTD Pasar Tradisional di Kota Bekasi. Kemudian dilanjutkan dengan talkshow bertema ramah lingkungan, pameran daur ulang sampah plastik, dan pembagian kantong belanja dipakai berulang kali atau reusable bagi pengunjung mal.

"Kampanye pengurangan sampah plastik kali ini sasarannya memang pusat perbelanjaan di Kota Bekasi. Diharapkan kantong plastik bisa diminimalisir bahkan zero kantong plastik di Kota Bekasi. Kita sudah memulai di Kantor Wali Kota Bekasi dan saat kegiatan CFD (car free day)," ungkap Yayan Yuliana.


Baca juga: Pengemudi Sepeda Motor Tewas Tertimpa Reklame


Selain itu, lanjut Yayan, kampanye tersebut juga dilakukan sebagai bagian dari kepedulian bersama mengatasi permasalahan sampah di Kota Bekasi. Terutama untuk mengurangi sampah plastik yang mendominasi jumlah sampah di TPA Sumur Batu Kota Bekasi.

"Sampah di Kota Bekasi dalam sehari mencapai 1.890 ton, sedangkan 700 ton di antaranya adalah sampah plastik yang dihasilkan dari perusahaan ritel, perusahaan makanan, serta aktivitas perdagangan, dan sampah rumah tangga. Kita ingin bertahap terus berkurang," jelas dia.

Sejak disahkan pada Maret kemarin, Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 37 Tahun 2019 tentang penggunaan sampah plastik memang belum 100% efektif. Meskipun, pemerintah setempat sudah membentuk satuan tugas (satgas) zero plastic yang akan menyisir toko ritel penyedia plastik belanjaan.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Ferdinan menyampaikan, Satgas zero plastic sudah melakukan penyusuran di sekitar lingkungan Pemkot Bekasi. Nantinya, lingkungan tersebut akan jadi percontohan.

"Dimulai dari lingkungan pemerintah dulu, tadi kami sisir pedagang di dalam kantor pemerintah Kota Bekasi sudah tidak ada lagi yang menyediakan plastik," ungkap Ferdinan.

Ferdi menjelaskan, pihaknya menargetkan pada 1 Januari 2020 mendatang penggunaan plastik gratis pada toko ritel, mal, serta pasar tradisional sudah tidak lagi ditemui. Meskipun, saat ini memang hal tersebut sulit dilakukan.

"Jadi harus kompak, semua lini, kalau hanya dilakukan satu atau dua toko saja sulit. Nanti malah ada diskriminasi dan penurunan omzet pada toko yang sudah menerapkan, karena masih ada toko atau jenis usaha yang belum menerapkan," tandas dia. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More