Sabtu 28 Desember 2019, 13:03 WIB

Pengembangan Teknologi Harus Utamakan SDM Lokal

Andhika Prasetyo | Teknologi
Pengembangan Teknologi Harus Utamakan SDM Lokal

MI/Supardji Rasban
Teknologi digital yang dibutuhkan dalam kerangkan industri 4.0 bisa diproduksi di Indonesia.

DIREKTUR Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (SDPPI Kemkominfo) Ismail menegaskan teknologi digital yang dibutuhkan dalam kerangkan industri 4.0 bisa diproduksi di Indonesia.

Ia melihat sumber daya manusia (SDM) lokal memiliki kualitas mumpuni untuk menciptakan cloud computing, internet of things (IoT), artificial intelligence, dan big data analytics.

"Indonesia punya SDM yang besar dan itu harus dimaksimalkan. Jangan sampai kita menjadi penonton dalam hal pengembangan teknologi," ujar Ismail melalui keterangan resmi, Sabtu (28/12).

Sama halnya dalam pembangunan infrastruktur, pengembangan teknologi juga harus mengutamakan tenaga-tenaga yang ada di dalam negeri.

Chief Product and Services Officer Telkomtelstra Agus Abdillah pun menilai industri aplikasi lokal sudah mampu menciptakan atau mengembangkan berbagai produk digital.

Yang menjadi persoalan, lanjut dia, adalah kesenjangan antara masyarakat yang melek dan tidak melek teknologi di Indonesia.

"Dengan kondisi Indonesia yang akan didominasi generasi milenial, berusia 10 tahun hingga 39 tahun, tantangan terbesar adalah menyiapkan skill teknologi terdepan untuk SDM sedini mungkin," ucap Agus.

Untuk mengatasi masalah itu, dia menjelaskan, Telkomtelstra sebagai perusahaan solusi teknologi joint venture antara Telkom dan Telstra menyediakan platform learning as a services.

"Kami provide teknologi di atas Cloud yang berisikan platform untuk materi-materi peningkatan skill, bisa berupa teks, video, bisa dipelajari secara mandiri (self learning) dan bisa diulang. Ini penting untuk peningkatan skill SDM baik di perusahaan maupun secara individu," jelasnya

Di dalam platform tersebut, sambung Agus, tersedia trek pembelajaran khusus terkait teknologi digital sesuai kebutuhan revolusi industri 4.0. Terdapat total 13 track seperti data science track, big data track, sampai IoT track.

"Semua sudah ada dan sesuai kebutuhan industri karena akan diupdate secara realtime, berbeda dengan kurikulum yang ada saat ini yang tidak bisa diupdate setiap saat," tandasnya. (Pra/OL-09)

Baca Juga

Dok. Tatalogam

Inovasi Produk Baja untuk Tangkal Penyebaran Wabah Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 31 Maret 2020, 23:55 WIB
Sejak 1 bulan terakhir, PT Tatalogam Lestari memproduksi baja ringan antivirus yang mampu meredam perkembangbiakan virus yang menempel pada...
Dok. Epson Indonesia

Dukung Industri Fotografi Lewat Printer Perbesaran 12 Warna

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 31 Maret 2020, 18:00 WIB
Printer terbaru itu dirancang untuk mengubah visi artistik menjadi pengalaman yang benar-benar tak...
Istimewa

UGM Berkoloborasi Kembangkan Sistem Covid-19 Tracing

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 31 Maret 2020, 14:55 WIB
Sistem ini mampu memberikan analisis penyebaran Covid-19 berdasarkan data sejarah pergerakan telepon pelanggan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya