Minggu 22 Desember 2019, 21:55 WIB

Makeover Magic 2019 Bangkitkan Penderita Kanker Payudara

mediaindonesia.com | Humaniora
Makeover Magic 2019 Bangkitkan Penderita Kanker Payudara

Istimewa
Makeover Magic 2019 tersebut bertujuan untuk merayakan kebahagiaan bagi kaum ibu yang menderita kanker payudara.

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan terdapat dua jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, yakni kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks).

Merujuk data yang dipaparkan Kemenkes per 31 Januari 2019, terdapat angka kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk dan kanker serviks sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

Di negara tetangga Singapura, menurut data tahun 2010 sampai 2014, sebanyak 9.284 perempuan terdiagnosis kanker payudara. Hingga 2015, jumlah penderita kanker mencapai 14.148 orang dan dari jumlah tersebut 29,1% perempuan menderita kanker payudara.

Breast Cancer Foundation Singapore (BCF), sebuah organisasi nirlaba, memiliki misi untuk memberantas kanker payudara sebagai penyakit yang mengancam jiwa. Tak hanya itu, BCF juga meningkatkan kesadaran terhadap kanker payudara dan memberikan dukungan bagi para wanita penderita kanker payudara serta menyelamatkan penderita kanker payudara.

Sebagai bentuk peduli terhadap kaum ibu yang menderita kanker payudara di Singapura, BCF menjalin kerja sama dengan MDIS School of Fashion berkolaborasi dengan Shunji Matsuo pada acara Shunji Matsuo Makeover Magic 2019 di Singapura beberapa waktu lalu.

Makeover Magic 2019 tersebut bertujuan untuk merayakan kebahagiaan bagi kaum ibu yang menderita kanker payudara. Dengan mendapat sentuhan makeover, mereka diharapkan bisa bergaya, percaya diri, dan bahagia.

Kepala MDIS School of Fashion and Design, Aven Kee, menyebut kolaborasi ini berbeda dari yang sebelumnya.

 “Kolaborasi ini sangat bermakna dan menciptakan peluang besar bagi semua siswa kami untuk menunjukkan bakat mereka. Eksekusi skala program inilebih besar dibandingkan dengan proyek-proyek sebelumnya,” kata Aven Kee.

“Mahasiswa tidak hanya menyerahkan tugas mereka, tetapi juga mendapatkan kesadaran tentang kanker payudara. Melalui kolaborasi semacam itu, siswa dapat lebih memahami nilai pekerjaan mereka dan kontribusi mereka kepada masyarakat,” tutur Aven Kee.

Mahasiswa MDIS School of Fashion and Design membuat pakaian untuk menciptakan tiga penampilan dengan tema yang berbeda yakni Kimono, Fashionista atau gaun dengan bahan yang dapat didaur ulang, dan merancang  kostum lama yang disumbangkan Shunji Matsuo dari acara Magic Makeover sebelumnya.

Pakaian-pakaian tersebut dicat dengan tangan atau disemprot dengan berwarna merah muda, sebagai bentuk dukungan terhadap Proyek Pita Merah Muda.

Sebagian mahasiswa melukis, pesan harapan untuk para wanita dalam kreasi mereka, termasuk ‘pejuang’ dan ‘yang selamat’ untuk menggambarkan semangat yang luar biasa dari para penderita  kanker payudara untuk selamat dan semangat dalam menghadapi penyakitnya.

 “Sangat menyenangkan bekerja dengan para pejuang kanker payudara yang selamat, karena keberanian mereka sangat menginspirasi. Kami bekerja sama dengan mereka pada proyek ini dan mendorong mereka untuk percaya diri saat memodelkan kreasi kami juga,”kata Charis Tan, mahasiswa tahun terakhir BA (Hons) program Fashion Design dengan MDIS.

Untuk menentukan pemenang kreasi pakaian dari bahan yang dapat didaur ulang, maka dilakukanlah  pemungutan suara secara online, sebelum ditampilkan dalam Fashion Show.

Akhirnya panel juri yang terdiri dari Shunji Matsuo, Make Up Room, dan BCF menetapkan pemenang dari seluruh peserta. Khvan Mariya, Nan Lao Tip O,o dan Noh Yubin memenangkan hadiah pertama dengan koleksi mereka yang berjudul ‘Hope Love Life’. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More