Jumat 27 Desember 2019, 23:00 WIB

Tetap Waspada di Masa Liburan

Indriyani Astuti | Nusantara
Tetap Waspada di Masa Liburan

ANTARA
Cuaca Ekstrem

 

SATU pekan ke depan, anak-anak dan keluarga masih akan memadati sejumlah objek wisata di Tanah Air. Namun, peringatan dari Dwikorita Karnawati layak untuk membuat mereka tetap waspada.

“Seminggu ke depan, cuaca ekstrem pada siang dan sore hari masih akan terjadi di Tanah Air. Namun, masyarakat tetap dapat beraktivitas, namun harus waspaa,” ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) itu, Jumat (27/12).

Ia mengakui saat pagi, biasanya cuaca masih cerah berawan. Karena itu, kegiatan warga di luar ruang sebaiknya dioptimalkan pada pagi hingga siang hari.

Cuaca ekstrem, menurut mantan Rektor Universitas Gadjah Mada, itu, dampaknya ialah hujan lebat, angin kencang, banjir dan longsor. Potensi gelombang tinggi juga terjadi di antaranya di Perairan Natuna, Selat Karimata, Selat Sunda dan Pantai Selatan Jawa, dengan tinggi ombak mencapai 3,5 meter.

Dwikorita menambahkan puncak musim hujan diperkirakan terjadi Februari-Maret 2020. Curah hujan tinggi akan terjadi di selatan Sumatra, Nusa Tenggara Timur, Jawa, Kalimantan bagian tengah, Sulawei dan Papua.

“Manfaatkan curah air yang tinggi dengan mengoptimalkan resapan air di lahan datar. Agar saat kemarau masyarakat tidak mengalami kekeringan,” tandasnya.

Di Pantai Selatan, para wisatawan yang datang diminta tidak mandi di laut. Paslanya, gelombang tinggi dan angin kencang masih terjadi.
“Kondisinya berbahaya. Kami sudah mendirikan pos untuk memantau aktivitas warga,” ujar Kapolres Kebumen, Jawa Tengah, Ajun Komisaris Besar Rudy Cahya Kurniawan.


Banjir

Januari diperkirakan menjadi puncak musim hujan di Bangka Belitung. “Ancaman terbesar di daerah ini saat itu ialah banjir. Saat ini saja banjir sudah terjadi di Pangkalpinang,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mikron Antariksa.

Banjir juga jadi ancaman serius bagi 8 kabupaten dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. “Kami sudah bersiap menanggulangi bencana banjir dan longsor yang rawan terjadi di 8 kabupaten,” ujar Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Darliansyah.

Selain bekerja sama secara lintas instansi, pihaknya juga menyiapkan alat berat di daerah berpotensi bencana tinggi, yakni di Murung Raya dan Barito Utara.

Jumat (27/12), hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Palembang, Sumatra Selatan. Selain banjir di jalan protokol, banyak pohon tumbang, sehingga arus lalu lintas pun mengalami kemacetan parah.

“Aliran listrik terganggu. Terjadi kerusakan jaringan listrik di 32 jalur dan 131 saluran listrik di Kota Palembang,” aku Manajer PLN Palembang, Nanang Prasetyo.

kejadian yang sama juga terjadi Kabupaten Gianyar, Bali. Sejumlah pohon tumbang, sehingga menutup jalan.

Sementara di Sukabumi, Jawa Barat, belum ada laporan terkait kerugian dan korban dampak gempa bumi dengan magnitudo 5,0 yang terjadi Kamis (26/12). Namun, Bupati Marwan Hamami sudah memerintahkan anak buahnya turun ke masyarakat. “Kalau ada warga terdampak, cepat ditangani dan dibantu,” tegasnya. (LD/RF/SS/DW/RS/BB/BK/UA/UL/AT/JI/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More