Jumat 27 Desember 2019, 13:56 WIB

BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi di Akhir Tahun

Indriyani Astuti | Humaniora
BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi di Akhir Tahun

ANTARA FOTO/Syiffa Yulinnas
Ilustrasi: Sejumlah warga berada di kawasan pantai yang di selimuti mendung hitam di Desa Suak Indrapuri, Aceh

 

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Goefisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung hingga sepekan mendatang.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, cuaca ekstrem umumnya terjadi pada siang atau sore hari. Meski demikian, masyarakat tetap dapat beraktivitas namun diimbau tetap waspada.

"Saat pagi biasanya cuaca masih cerah berawan, optimalkan kegiatan pada pagi dan siang hari," ujarnya dalam konferensi pers refleksi akhir tahun di Kantor BMKG, Jakarta, Jumat (27/12).

Dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi saat musim hujan antara lain hujan lebat hingga kencang, angin puting beliung, banjir dan longsor.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo menyampaikan ada potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia antara lain Laut Natuna dan sebelah Utara Selat Karimata. Ia menyebut potensi tinggi gelombang dapat mencapai 2,5 hingga 3,5 meter.

Baca juga: BMKG Aceh Amati Gerhana Matahari Cincin dari Gedung Tsunami

Hal itu diakibatkan pengaruh siklon tropis Phanfone yang terjadi di Filipina. Prabowo menyampaikan fenomena tersebut tidak memberikan dampak signifikan pada kondisi cuaca di Indonesia, tapi berpengaruh pada tinggi gelombang di perairan tertentu.

"Siklus Phanfone masih bisa tumbuh dan bergerak 3 sampai 4 hari mendatang. Jaraknya 1.200 km sebelah Utara Kalimantan Utara sehingga cukup jauh, kemungkinan yang akan terasa ialah tinggi gelombang di Perairan Natuna," ucapnya.

Selain itu, BMKG juga memprediksi adanya potensi gelombang tinggi di Selatan Selat Sunda dan perairan Pantai Selatan Jawa dengan ketinggian pada 2,5 sampai 3 meter.

"Masyarakat yang ingin mengisi liburan ke daerah pantai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan," tukasnya.

Mengenai prediksi cuaca satu pekan mendatang pada 27-31 Desember 2019, menurut Prabowo, pertumbuhan awan ada di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hanya, di wilayah Nusa Tenggara Timur, musim kemarau masih berlangsung dengan 200 hari tanpa hujan. Tetapi untuk sepekan mendatang, wilayah tersebut diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang.

"Diprediksi NTT akan mendapat hujan sepekan mendatang pada skala sedang 20-50 mm per hari," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More