Jumat 27 Desember 2019, 11:00 WIB

Kampus Unej Jadi Habitat Berbagai Burung

Usman Afandi | Nusantara
Kampus Unej Jadi Habitat Berbagai Burung

Ist
Kampus Unej Jadi Habitat Berbagai Burung

 

KAWASAN kampus Universitas Jember (Unej) ternyata tidak hanya menjadi lokasi favorit bagi masyarakat Jember dan sekitarnya untuk beraktivitas, bahkan burung pun memilih kampus tersebut sebagai habitatnya.

Salah satu dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Agung Kurnianto mengatakan banyak burung memilih berkembang biak di kampus tersebut karena vegetasinya beragam dan terjaga dengan baik.

Dalam sebuah pengamatan yang dilakukannya, sudah terdata puluhan jenis burung yang hidup di Kampus Tegalboto. Agung pun menemukan dua jenis burung yang seharusnya hidup di hutan malah ada di Kampus Tegalboto.

"Dari pengamatan burung pada tanggal 22 Desember, kami menemukan ada 20 jenis burung yang berkembang biak di kampus ini. Bahkan kami menemukan burung jenis Bondol Haji dan Takur Ungkut-Ungkut yang biasanya hidup di hutan ternyata ada di lingkungan Kampus Universitas Jember," kata Agung Kurnianto saat ditemui di Fakultas Pertanian, Kamis (26/12).

Baca juga: Menristek-Dikti Resmikan Gedung Laboratorium Bioteknologi Unej

Agung menduga jenis burung yang hidup di kampus ini yakni Cekakak Jawa, Trucukan, Caladi Tilik atau Pelatuk, Kutilang, Sepah Kecil, Layang-Layang Loreng, Wiwek Kelabu dan masih banyak lagi. Hal ini karena ada kemungkinan beberapa jenis burung migran juga menjadikan Kampus Tegalboto sebagai lokasi transit di Indonesia.

"Secara teratur burung migran berpindah dari daerah asalnya karena menghindari musim dingin ke daerah yang lebih hangat guna mencari makan. Nah karena vegetasi di kampus kita bagus, maka mereka kerasan tinggal di sini. Biasanya burung migran ini mulai meninggalkan daerah asalnya di wilayah Asia Timur sekitar bulan September, nanti di bulan Maret akan kembali lagi ke wilayah Asia Timur," tuturnya.

Dosen asal banyuwangi ini pun menyebut keberadaan burung di kampus menjadi indikator sehatnya sebuah ekosistem. Pasalnya burung akan mencari daerah yang menyediakan banyak bahan pangan baginya.

Keberadaan burung ini juga akan diikuti oleh fauna lainnya semisal burung predator seperti elang, ular, tupai dan hewan lainnya.

"Keanekaragaman hayati di kampus ini wajib kita jaga, karena jarang ada wilayah di perkotaan punya jenis burung hingga 20 macam. Salah satu cara menjaganya adalah dengan melarang perburuan hewan dan menjaga vegetasi yang ada. Setiap pembangunan fasilitas wajib diimbangi dengan penanaman pohon, agar Kampus Tegalboto tetap menjadi surganya burung di Jember," pungkasnya.(OL-5)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Edy Regar

Status Gunung Sinabung masih Siaga, Masyarakat Diimbau Waspada

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 10:11 WIB
Pemerintah mengimbau masyarakat maupun pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer (km) dari puncak Gunung...
MI/Ignas Kunda

Lari Maraton Untuk Amal Akses Air Bersih

👤Ignas Kunda 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 07:52 WIB
Sebanyak 15 orang melakukan lari maraton malam hari di Nagekeo dalam rangka lari amal untuk membantu masyarakat Nagekeo yang kesulitan...
Humas Polresta Palangkaraya

Satgas Covid-19 Minta Pengunjung Wisata Patuhi Protokol Kesehatan

👤Surya Sriyanti 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 05:27 WIB
Dalam suasana libur panjang saat ini, Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya terus berjuang untuk mendisiplinkan protokol kesehatan guna...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya