Jumat 27 Desember 2019, 08:10 WIB

Sampai Bertemu kembali pada 2031

Tri Subarkah | Megapolitan
Sampai Bertemu kembali pada 2031

ANTARA FOTO/FB Anggoro
Foto kolase detik-detik puncak gerhana matahari cincin di Kampung Bunsur, Kabupaten Siak, Riau, kemarin.

 

WARGA di sejumlah daerah kemarin antusias menyaksikan fenomena alam gerhana matahari cincin. Sejumlah masjid pun menyelenggarakan salat sunah Kusuf atau salat gerhana matahari selepas Zuhur.

Di Jakarta, lebih dari 3.000 orang memadati kompleks Taman Ismail Marzuki untuk menyaksikan fenomena alam gerhana matahari parsial. Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium dan Observatorium Jakarta, Eko Wahyu Wibowo, menjelaskan pihaknya menyediakan kacamata khusus dan 10 teleskop.

Kacamata sebanyak 5.800 buah itu terbuat dari kertas dan dilengkapi dengan filter ND 5. "(Kacamata) ini mempunyai kemampuan meredupkan cahaya matahari sampai 100 ribu kali," terang Eko.

MI/RAMDANI

Ratusan warga memenuhi halaman Planetarium di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, untuk menyaksikan fenomena alam gerhana matahari cincin secara langsung ataupun menggunakan teropong yang telah disediakan pihak Planetarium.

 

Lonjakan pengunjung yang ingin menyaksikan gerhana juga terjadi di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK) Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta. "Saya senang bisa menyaksikan puncak gerhana matahari," ujar seorang pengunjung PP IPTEK, Iskandar, 24.

Di Masjid Nursiah Daud Paloh di Kompleks Media Group di Jakarta, Ustaz Nurjaman Sahli selaku imam dan khatib menjelaskan pentingnya salat sunah Kusuf saat terjadi gerhana matahari.

Pengamatan dan salat gerhana juga dilakukan di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU). Seusai salat, dilakukan penyerahan penghargaan rekor dunia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) kepada Rektor UMSU, Prof Agussani, atas pembuatan kacamata gerhana matahari terbanyak dan kamera lubang jarum terbesar di dunia untuk pemantauan gerhana.

 

Lintasi 25 daerah

Gerhana matahari cincin merupakan fenomena ketika bulan berada segaris dengan bumi dan matahari, serta bulan pada titik terjauh dengan bumi. Ini yang menyebabkan piringan bulan terlihat lebih kecil daripada matahari dan tidak akan menutupi sepenuhnya.

Deputi bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly mengatakan gerhana melintasi 25 pusat kota/kabupaten. Waktu puncak paling awal terjadi di Sinabang, Aceh, pukul 11.55 WIB dan berakhir di Tanjung Reder Kalimantan Timur pada pukul 14.10 WITA.

Pakar astronomi Riser Fahdiran menyebut fenomena alam ini akan terulang. "Gerhana matahari total akan terjadi di 2023 di Papua, sedangkan gerhana matahari cincin akan melintasi Indonesia pada 2031," ujarnya.

Menurut Ananda Reza, selaku anggota Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), Indonesia tidak akan melihat gerhana matahari lagi di 2020 kecuali di Kalimantan Utara. (Tri/Rif/Ind/Gan/PS/Ant/X-11)                   

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More