Jumat 27 Desember 2019, 07:10 WIB

Pengumpulan Zakat 2019 Lampaui Target

(Ant/H-2) | Humaniora
Pengumpulan Zakat 2019 Lampaui Target

MI/PERMANA
Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta

 

CAPAIAN pengumpulan zakat sepanjang 2019 di tingkat pusat melampaui target, yaitu sebesar 103,5%. Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta menyatakan, meningkatnya jumlah penghimpunan zakat tidak lepas dari kinerja tim yang menyeluruh.

"Mulai dari penghimpunan hingga pada penyaluran zakat yang bermanfaat bagi penerima zakat atau mustahik," katanya saat jumpa pers Catatan Akhir Tahun Baznas 2019 di Jakarta, kemarin.

Tahun ini Baznas berhasil menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) sebesar Rp290 miliar, sedangkan target pada awal tahun ialah Rp280 miliar.

Angka yang melebihi Baznas Pusat itu, kata dia, diiringi dengan optimisme pengumpulan zakat Baznas dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota bersama lembaga amil zakat (LAZ) yang mengalami tren positif. Total pengumpulan dari Baznas secara nasional beserta LAZ tahun ini diperkirakan mencapai Rp10,07 triliun dari proyeksi Rp9 triliun.

Pihaknya juga mencatat penyaluran zakat untuk berbagai program pengurangan kemiskinan. Sepanjang 2019, kata dia, Baznas pusat menyalurkan dana zakat sebesar 91,75% dan telah membantu 755.536 mustahik.

Program yang dirancang hingga kini telah melahirkan 349 Warung Z-Mart, 6 unit lembaga keuangan Baznas Microfinance Desa, 4 lumbung pangan, 18 balai ternak, dan 103 titik Zakat Community Development.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan masih besarnya potensi zakat dan wakaf di Indonesia yang belum tergali. "Zakat kita baru mencapai 3,5% dari potensi yang menurut survei lebih dari Rp230 triliun. Begitu juga wakaf kita, potensi wakaf kita besar sekali," sebut Wapres, belum lama ini.

Ke depan, ia berharap social fund lewat zakat dan wakaf dapat lebih banyak lagi dihimpun untuk mendorong pengembangan investasi di Indonesia. Ia menegaskan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak boleh dibenturkan dengan konvensional, tetapi harus berjalan beriringan. (Ant/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More