Jumat 27 Desember 2019, 06:20 WIB

Jual Kuliner Nasional ke Internasional

(S-3) | Ekonomi
Jual Kuliner Nasional ke Internasional

DOK. CODAFOOD
Codafood memiliki visi untuk memperkenalkan lebih banyak lagi ragam kuliner Tanah Air di luar negeri

 

INDUSTRI kuliner Indonesia merupakan arena dengan tingkat kompetisi sangat tinggi. Maraknya pemain baru dengan berbagai inovasi dan permodalan yang kuat seakan siap merebut target konsumen para pemain lama.

Metode paling umum yang dilakukan pelaku industri kuliner, yaitu membuat banyak cabang, baik yang dikelola sendiri maupun dengan konsep waralaba. PT Coda Pangan Sejahtera (Codafood) menilik peluang usaha yang bisa dikembangkan dari tren di atas.

Codafood menilai sudah saatnya industri kuliner Indonesia beranjak dari pasar nasional ke pasar global. Target ambisius ini tentu bukanlah hal mudah jika dijalankan sendiri oleh si pemilik usaha. Namun, CEO Codafood Albert Christo menyatakan di sinilah letak peluang yang menarik untuk digarap. "Codafood memiliki visi untuk memperkenalkan lebih banyak lagi ragam kuliner Tanah Air di luar negeri," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, kemarin.

Menurutnya, itu juga sejalan dengan visi Kementerian Pariwisata yang menetapkan lima ikon kuliner sebagai makanan nasional Indonesia untuk selalu dibawa dalam setiap agenda promosi wisata, yakni soto, rendang, nasi goreng, satai, dan gado-gado.

Pihaknya melihat tantangan yang muncul bagi pemilik merek atau produk terdapat pada akses dan keterbatasan pengetahuan tentang minat pasar global. Karena itu, Codafood hadir untuk menjembatani kebutuhan pelaku usaha kuliner dengan target pasar yang agar bisa diterima target konsumen baru, yaitu masyarakat global.

Saat ini Codafood mengembangkan pilot project dengan membuka cabang pertama Soto Betawi Bang Rojak di Jepang. Sebagai informasi, gerai Soto Betawi Bang Rojak saat ini sudah memiliki tiga cabang di Indonesia.

Upaya Codafood dalam menjembatani akses gerai Soto Betawi Bnag Rojak ke calon target pasarnya di Jepang, salah satunya dimulai dengan menggelar food tasting dengan sejumlah warga negara Jepang asli yang tinggal di Jakarta. Dari sini, pemilik usaha memperoleh banyak informasi dan masukan untuk bisa memantapkan langkah menuju pasar luar negeri. Hasilnya, agar dapat diterima dengan baik masyarakat Jepang, merek itu diganti dengan Soto Betawi Miyamoto yang ditargetkan buka pada kuartal pertama 2020. (S-3)

Baca Juga

Dok.Metro TV

Pandemi Hantam Sektor Energi, Pemerintah Lakukan Langkah Strategis

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 November 2020, 09:33 WIB
Untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN), pemerintah melalui Kementerian ESDM telah memberikan tiga program stimulus bagi...
AFP/ROSLAN RAHMAN

Singapore Airlines Terbitkan Obligasi 10 Tahun Senilai S$500 Juta

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 25 November 2020, 09:22 WIB
Obligasi 10 tahun akan memiliki kupon kompetitif sebesar 3,5% per...
Ist

Pacu Pemulihan Ekonomi, Menko Luhut Apresiasi CEO Networking 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 November 2020, 09:09 WIB
Menko Luhut juga menceritakan rangkaian kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) pada pekan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya