Jumat 27 Desember 2019, 04:40 WIB

Berburu Tiket Masuk Olimpiade

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
Berburu Tiket Masuk Olimpiade

MI/PIUS ERLANGGA
Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari

KETUA Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengatakan ada 31 atlet dari berbagai cabang olahraga yang punya kans untuk lolos ke Olimpiade 2020 yang akan digelar di Jepang. Para atlet itu antara lain berasal dari cabang panahan, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan senam.

"Sampai hari ini potensinya 31 atlet yang bisa ikut, tapi itu kan masih asumsi, jadi bisa lebih atau kurang," ujar pria yang akrab disapa Okto itu di Jakarta, kemarin.

Okto menambahkan ada peluang bertambahnya jumlah atlet yang akan ikut Olimpiade karena beberapa cabang dinilai bisa memberikan kejutan. Dia pun bertekad untuk bisa mendorong lebih banyak lagi atlet yang bisa ke ajang empat tahunan itu.

Di sisi lain, Okto juga mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali untuk membicarakan soal pembentukan tim chef de mission (CdM) Indonesia. Dalam waktu dekat Zainudin akan mengumumlan siapa yang akan jadi CdM.

Setelah diumumkan secara langsung, KOI akan membentuk tim CdM sekaligus berkoordinasi dengan cabang-cabang yang berpotensi lolos ke Jepang. Diharapkan, semua persiapan bisa membuat Indonesia memboyong lebih dari satu medali emas.

Incar tiket tambahan

Tim panahan Indonesia mengincar tambahan tiket Olimpiade saat mengikuti kejuaraan World Archery Estate di Berlin, Jerman, pada Juni 2020 untuk melengkapi dua nomor yang sebelumnya sudah dikantongi.

Sebelumnya, Indonesia sudah mengamankan dua tiket ke Olimpiade untuk nomor recurve putra dan putri yang diraih di Kejuaraan Dunia 2019 di Belanda, Juni tahun ini.

"Di Berlin itu ngambil tiket. Ada tiket terakhir beregu, putra-putri. Kita harapkan di Olimpiade kita bisa mengirimkan juga nomor beregu," ujar Sekretaris Jenderal Persatuan Panahan Seluruh Indonesia Rizal Barnadi.

Dari cabang lain, tim voli pantai Indonesia punya optimisme tinggi untuk kembali berpartisipasi di Olimpiade. Apalagi, Mohammad Ashfiya dkk baru saja meraih medali emas di SEA Games 2019. Rekor selalu mendapatkan medali emas di ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu pun belum terputus sejak 1997.

"Jadi, target ke depannya itu bagaimana kita bisa memanfaatkan emas di SEA Games untuk menjadi pemicu lolos ke Olimpiade," ujar Ketua Seksi Voli Pasir Persatuan Bola voli seluruh Indonesia Slamet Mulyanto.

Sebelum memulai program pemusatan latihan nasional menuju Olimpiade, skuad voli pantai 'Merah Putih' kini tengah dipulangkan ke daerahnya masing-masing hingga dua bulan ke depan.

Demi memuluskan langkah tim voli pantai Indonesia ke Jepang, Slamet ingin tim voli putra bisa keluar sebagai juara ajang AVC Continental Cup regional Asia-Pasifik di Tiongkok pada Juni 2020 yang dijadikan ajang untuk mendapat tiket masuk Olimpiade.

Slamet menggunakan turnamen AVC sebagai langkah alternatif karena timnya tak bisa mengikuti rangkaian World Tour yang menjadi syarat kualifikasi pengumpulan poin Olimpiade. (Ant/R-3)

Baca Juga

AFP/Geoff Caddick]

Pulev akan Sumbangkan Honor Bertarung untuk Paramedis

👤Antara 🕔Senin 06 April 2020, 11:30 WIB
Petinju Bulgaria berusia 38 tahun itu diperkirakan bakal mendapatkan bayaran sekitar US$5 juta dari pertarungan melawan Anthony Joshua yang...
AFP/RODRIGO ARANGUA

Bos Mclaren Sebut Tim F1 Dalam Kondisi Rapuh

👤Akmal Fauzi 🕔Senin 06 April 2020, 10:50 WIB
Bos McLaren, Zack Brown mengatakan saat ini kondisi Formula 1 (F1) dalam situasi krisis di tengah pandemi virus...
AFP/William WEST

Leclerc Juarai Seri Kedua Balapan Virtual Formula 1

👤Antara 🕔Senin 06 April 2020, 09:59 WIB
Leclerc memimpin balapan virtual itu sejak start hingga finis 14,094 detik di depan pembalap junior Renault asal Denmark Christian...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya