Kamis 26 Desember 2019, 16:25 WIB

Pemkab Bogor Segera Luncurkan Branding Logo Sport and Tourism

mediaindonesia.com | Nusantara
Pemkab Bogor Segera Luncurkan Branding Logo Sport and Tourism

Istimewa
Bupati Bogor Ade Yasin memberi penjelasan kepada awak media di Cibinong, Bogor, Kamis (26/12).

 

KABUPATEN Bogor memiliki kekayaan keindahan alam, keanekaragaman budaya, potensi olahraga, dan tempat pariwisata yang luar biasa. Berdasarkan hal itu, Pemerintah Kabupaten Bogor akan meluncurkan branding logo terbaru bertema Sport and Tourism di acara Malam Harmoni Bogor, pada Selasa, 31 Desember 2019 mendatang.

Bupati Bogor Ade Yasin, mengungkapkan bahwa branding logo Sport and Tourism tersebut sebagai upaya mengenalkan Kabupaten Bogor ke kancah nasional dan internasional. 

"Logo ini merupakan upaya pemerintah untuk mengenalkan dan mempromosikan potensi kekayaan Kabupaten Bogor ke kancah nasional dan global," ujar Ade Yasin saat ditemui di Pendopo Bupati, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/12). 

Ade Yasin menambahkan, branding logo yang digunakan Pemkab. Bogor ini memiliki makna filosofis yang terdiri dari Gunung, Kujang, Talas, dan olahraga Paralayang.

"Jika dijabarkan, masing-masing ciri logo tersebut punya makna tersendiri, ini menggambarkan bahwa Kabupaten Bogor sebagai daerah yang memiliki konsep perpaduan antara alam, budaya, dan olahraga," tutur politikus dari PPP tersebut.

Dihubungi terpisah, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan menyampaikan makna Sport and Tourism.

"Logo ini melambangkan bahwa Kabupaten Bogor memiliki berbagai venue olahraga berstandar internasional dan memiliki segudang potensi pariwisata," ujar Ketua DPC Gerindra tersebut. 

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor Muliadi berharap dengan peluncuran branding logo baru ini upaya Pemkab. Bogor mewujudkan 'Kabupaten Termaju, Nyaman, dan Berkeadaban' dapat terwujud. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More