Kamis 26 Desember 2019, 21:09 WIB

30 Ribu Babi di Sumut Mati Terkena Hog Kolera

Puji Santoso | Nusantara
30 Ribu Babi di Sumut Mati Terkena Hog Kolera

Antara
Bangkai babi di Sumut

 

SEBANYAK 30 ribu ekor babi mati terserang virus hog kolera di 16 kabupaten dan kota di Sumatra Utara (Sumut) hingga akhir tahun ini.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara Azhar Harahap, pemerintah saat ini terus melakukan upaya bio security masih dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Menurutnya, selama ini pihaknya terus melakukan upaya pengendalian penyebaran virus tersebut dengan bio security, yakni mencegah lalu
lintas ternak babi, melarang pemindahan ternak babi antar daerah penyemprotan desinvektan, pemberian vaksin.

''Langkah-langkah pengendalian tetap kita lakukan,'' ujar Azhar di Medan kemarin.

Langkah-langkah itu, kata dia, yakni melakukan pendataan melalui camat dan lainnya. Menurutnya, sebenarnya daerah yang diperbolehkan untuk pemeliharaan babi di  Sumut hanya ada di dua kecamatan, yakni di Sibolangit dan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu di Kabupaten Deli Serdang.

''Kita sudah melakukan langkah penting lainnya, salah satunya dengan membentuk pos-pos. Hal ini dilakukan supaya babi yang ada di dalam tidak keluar. Kemudian, babi yang ada dari luar tidak masuk ke dalam. Selain itu, pos ini juga disiapkan untuk membantu warga ketika ada babi mereka yang mati tidak dibuang sembarang tetapi dikubur atau ditanam,'' katanya.

Dijelaskannya, ribuan babi yang mati itu tersebar di 16 kabupaten di Sumatera Utara. Diantaranya adalah Dairi, Humbang Hasundutan, Deli
Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli  Tengah, Simalungun, Pakpak Bharat,  
Simalungun, Siantar, Tebing Tinggi dan Langkat.

''Yang tertinggi terjadi kematian babi ada di Dairi, Karo dan Deli Serdang,'' kata Azhar.

Berdasarkan data yang dari Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, sampai tanggal 20 Desember yang lalu, jumlah populasi ternak babi di 16 kabupaten/kota tersebut mencapai 653.609 ekor. Di Deli Serdang, tercatat sebanyak 57.361 ekor.

Azhar mengatakan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sudah menyiapkan anggaran Rp 5 miliar untuk menangani wabah penyakit kolera yang menyerang ribuan ekor babi di Sumut itu.

''Anggaran yang disiapkan untuk menangani persoalan babi ini Rp 5 miliar,'' ujarnya.

Anggaran Rp 5 miliar itu nantinya disiapkan untuk operasional, namun belum termasuk untuk biaya pemusnahan babi. ''Untuk pemusnahan belum kita anggarkan,'' ucapnya. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More