Jumat 27 Desember 2019, 02:50 WIB

Warga Dunia masih Bersama Aceh

MI | Nusantara
Warga Dunia masih Bersama Aceh

ANTARA
Peringatan 15 tahun tsunami Aceh

 

WARGA Aceh tidak pernah dibiarkan sendiri. Lima belas tahun lalu, saat tsunami menerjang, pembenahan Aceh dilakukan masyarakat dunia. Kini Aceh telah mampu bangkit lagi.

Tahun ini, peringatan 15 tahun tsunami Aceh, dipusatkan di Pidie Convention Center, di Kota Sigli, Kabupaten Pidie. Perhatian masyarakat dunia kembali terlihat dengan kehadiran perwakilan dari Kedutaan Besar Singapura, India, Korea Selatan, Jepang dan Tiongkok.

Dari Jakarta, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo juga memimpin rombongan untuk hadir. Seribuan warga hadir di Pidie Convention Center. Mengusung tema : Melawan Lupa dan Mempersiapkan Siaga, rombongan pemerintah daerah dipimpin Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Berlangsung khidmat, peringatan dikemas dengan nuasa religius. Penceramah HM Syaufzi Zainuddin mengajak warga bersyukur dan bersabar.

“Tsunami adalah cobaan dari Allah agar para hambanya lebih bersabar. Siapa yang sanggup bersabar dan selalu bersyukur, tentu akan mendapat limpahan nikmat,” ungkap putera Dai Sejuta Umat, Zainuddin MZ itu.

Sementara Doni Monardo mengajak warga tetap waspada terhadap kejadian alam. “Aceh merupakan kawasan yang rawan gempa.”

Jakarta juga tidak meninggalkan Aceh. Doni menuturkan pada 2020, pemerintah pusat mengucurkan dana Rp112,8 miliar untuk melanjutkan program rehabilitas dan rekontruksi akibat gempa bumi di Pidie Jaya 2016 lalu.
“Dana dialokasikan ke pemerintah provinsi, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Barat Daya, Subulussalam dan Aceh Singkil,” tandasnya.

Peringatan 15 tahun gempa dan tsunami di Kota Banda Aceh dan sebagian Kabupaten Aceh Besar dilakukan sederhana. Zikir dan doa bersama dilantunkan di sejumlah gampong atau desa, di antaranya di Masjid Blangoi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Peringatan sederhana juga dilakukan seratusan warga di situs Tsunami Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Mereka melakukan zikir, mendengarkan tausiyah, dan melantukan doa bersama.

“Kegiatan ini digelar oleh warga untuk menghibur keluarga korban yang selamat. Kami memanjatkan doa untuk para korban,” ujar Deny Hadiansyah, 35, warga.

Sejumlah keluarga korban memilih mengunjungi kuburan massal untuk berdoa. Di Aceh Besar, Ali Akbar, 47, warga, mengaku peringatan tsunami digelar berdasarkan Tahun Islam. “Tapi, setiap 26 Desember, kami juga memanjatkan doa di kuburan massal.” (MR/Ant/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More