Kamis 26 Desember 2019, 20:22 WIB

Konsorsium Singapura Menangi Lelang Proyek Bandara Komodo

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Konsorsium Singapura Menangi Lelang Proyek Bandara Komodo

MI/ John Lewar
Bandar Udara Komodo

 

PT Cardig Aero Services Tbk, Changi Airport International PTE LTD dan Changi Airports Mena PTE LTD menjadi konsorsium yang memenangkan lelang proyek Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dengan total nilai investasi Rp1,2 triliun dan konsensi selama 25 tahun.

Penjaminan (In Principle Approval) untuk pelaksanaan proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tersebut, telah diberikan oleh PT PII selaku Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan pada November 2019. Sementara Kementerian Perhubungan menjadi Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) itu.

"Skema ini merupakan salah satu alternatif bentuk pendanaan infrastruktur yang tidak menggunakan APBN dan dapat meningkatkan belanja modal infrastruktur dengan kerjasama antara publik dan privat sektor, ini baik untuk mengatasi kebutuhan infrastruktur yang tinggi dan cepat, namun tetap perlu dijaga secara prudent," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jakarta, Kamis (26/12).

Ani, sapaan karib Sri Mulyani mengungkapkan, kehadiran investor asing dalam skema KPBU tersebut merupakan sebuah kemajuan. Pasalnya hal itu membuktikan Indonesia masih menjadi tempat investasi yang menarik bagi pelaku usaha.

Negara, lanjutnya, tidak menggelontorkan dana dalam pembangunan Bandar Udara Komodo tersebut, melainkan menyerahkan sepenuhnya kepada pemenang lelang untuk melakukan pengelolaan dengan batas waktu yang telah ditentukan.

"Dalam kerjasama ini, kami tidak menyertakan APBN, melainkan aset negara," jelasnya.

Di kesempatan yang sama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Labuan Bajo sebagai salah satu dari lima Bali baru membutuhkan investor yang berkualitas dan baik.

Pemenang lelang, kata dia, bertugas untuk merancang, membangun, membiayai, mengoperasikan dan melakukan pemeliharaan Bandar Udara Komodo tersebut.

Ia menjelaskan, setelah 25 tahun investor menjalankan tugasnya, maka Bandar Udara Komodo yang merupakan milik negara akan kembali seutuhnya menjadi milik pemerintah.

Budi mengharapkan, seusai proyek tersebut rampung, maka turis mancanegara bisa langsung mendarat di Bandar Udara tersebut. Selain itu, diharapkan pula nantinya bandara itu mampu menampung hingga 4 juta penumpang.

"Saat ini hanya 650 ribu penumpang, diharapkan dengan terlibatnya konsorsium pemenang lelang dalam proyek ini bisa meningkatkan kapasitas penumpang hingga 4 juta penumpang," terangnya.

Budi menambahkan, dalam waktu dua tahun ditargetkan tercapai perpanjangan landasan pacu yang semula 2.400 meter menjadi 2.750 meter. Dengan begitu, pesawat Airbus jenis A300 yang menjangkau Tiongkok dan Jepang dapat mendarat di bandara tersebut.

"Jadi uang itu tentu penting, tapi yang tidak kalah penting juga adalah kompetensi, konektivitas internasional, itu penting. HUB Asia Tenggara itu ada di Singapura, jadi kalau kita kerjasama dengan mereka secara tidak langsung turis yang ada di sana langsung ke Labuan Bajo," ujar Budi.

Sementara CEO Cardig Aero Services, Diono Nurjadin mengungkapkan akan memprioritaskan target pemerintah untuk meningkatkan kapasitas penumpang di Bandar Udara Komodo.

"Kami memang rencananya sesuai dengan target pemerintah yang menginginkan kapasitas airport ini bisa meningkat sampai 4 juta penumpang dalam waktu konsensi ini," pungkasnya. (OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More