Jumat 27 Desember 2019, 00:00 WIB

Roket Ganggu Kampanye Netanyahu

Roket Ganggu Kampanye Netanyahu

AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

 

PERINGATAN sirene serangan roket dari Gaza menghentikan aksi kampanye pemilu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berada di kota Ashkelon pada Rabu (25/12) malam. Ia pun segera dievakuasi dari panggung ke tempat perlindungan bom, setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengkonfirmasi setidaknya satu roket ditembakkan ke negara itu.

“Sebuah proyektil ditembakkan dari Jalur Gaza menuju wilayah Israel dan dicegat oleh sistem pertahanan Iron Dome,” terang IDF dalam sebuah pernyataan.

Netanyahu bergegas keluar dari ruangan bersama istri­nya, Sarah, setelah penjaga keamanan memberi tanda ‘peringatan merah’ kepadanya.

Tidak ada laporan segera mengenai kerusakan ataupun cedera atas peristiwa itu. Sesaat setelah dilarikan ke tempat perlindungan, tak lama sesudahnya Netanyahu pun kembali ke panggung.

“Orang yang menembaki kami sebelumnya tidak lagi bersama kami. Siapa pun yang menembaki kami sekarang harus mengemasi barang-barangnya,” Netanyahu dilaporkan mengatakannya setelah ia kembali dari evakuasi sementara.

Pernyataan Netanyahu tersebut merujuk kepada komandan senior Jihad Islam Palestina (PIJ), Baha Abu al-Ata, yang tewas akibat serangan militer Israel ke rumahnya saat ia tengah tertidur pada Selasa (12/11).

Israel kemudian menembakkan roket sebagai balasan ke kawasan Gaza yang dikuasai Hamas.


Serangan balasan

Israel menuding Ata sebagai dalang di balik serang­an roket baru-baru ini ke wilayahnya dan berada di balik serangan penembak jitu dan pesawat nirawak (drone) selama ini.

Sebelum ia tewas, Ata juga diduga tengah menggalakkan persiapan untuk melancarkan serangan teror langsung dengan berbagai cara terhadap warga sipil dan tentara Israel.

Kematian Ata, memicu serangan balasan dari Gaza dan bentrokan keras selama dua hari.
Adapun serangan roket dari Gaza tersebut merupakan kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir, yang memotong salah satu pertemuan Netanyahu.

Sebelumnya pada September lalu, Ketua Partai Likud tersebut juga dievakuasi dari rapat umum pemilu di kota Ashdod, setelah sirene memperingatkan serangan dari Jalur Gaza yang dikelola kelompok Hamas.

Media Israel secara luas menyebut insiden itu sebagai salah satu pemicu operasi militer ‘Black Belt’ Israel pada November yang menewaskan Ata. (AFP/Uca/Hym/X-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More