Kamis 26 Desember 2019, 22:40 WIB

Topan Phanfone Rusak Kawasan Visayas

Melalusa Susthira K | Internasional
Topan Phanfone Rusak Kawasan Visayas

AFP
Topan Phanfone Rusak Kawasan Visayas

 

TOPAN Phanfone yang menghantam wilayah Filipina pusat pada Selasa (24/12) kini telah mengakibatkan sedikitnya 16 orang tewas.

Pejabat dinas bencana se­tempat mengatakan 16 korban tersebut tewas di desa-desa maupun kota-kota di kepulauan Visayas, salah satu dari tiga gugus kepulauan di Filipina.

Di antara korban tewas, salah satunya ialah seorang petugas polisi yang terse­ngat listrik akibat tiang listrik yang tumbang oleh Topan Phanfone saat tengah berpatroli Topan Phanfone juga menghantam wilayah Boracay, Coron, dan sejumlah lokasi wisata lainnya yang populer di mancanegara karena pantai berpasir putihnya.

Bandara Kalibo yang melayani rute penerbangan ke Boracay, juga dilaporkan rusak parah.

“Jalan masih diblokir, tetapi beberapa upaya telah dilakukan untuk membersihkan kerusakan. Ini sangat buruk,” terang seorang turis Korea yang terdampar di Bandara Kalibo, Jung Byung Joon, kepada AFP.

“Segala sesuatu dalam jarak 100 meter dari bandara tampak rusak. Ada banyak orang frustrasi di bandara karena penerbangan telah dibatalkan. Taksi masih melayani, namun cuaca berangin dan masih hujan sehingga tidak ada yang mau meninggalkan bandara, termasuk saya,” tambahnya.

Turis Korea lainnya, Dahae Gong, mengaku masih belum bisa menelepon temannya yang berada di Borocay.

Meskipun lebih lemah, Topan Phanfone bergerak mengikuti jalur yang mirip dengan Topan Super Haiyan. Pada 2013, Topan Super Haiyan mencatatkan sebagai topan paling mematikan di Filipina dengan korban tewas atau hilang mencapai lebih dari 7.300 orang.

“Ini seperti saudara muda dari Topan Haiyan. Ini kurang destruktif, namun mengikuti jalur yang sama,” tutur seorang humas dinas kebencanaan wilayah Visayas Barat, Cindy Ferrer.


Jaringan terputus

Topan Phanfone membawa perayaan Natal di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik tersebut menjadi sendu.

Puluhan ribu orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka pada perayaan Hari Raya Natal, Rabu (25/12).

Mereka semula berencana pulang ke rumahnya untuk jamuan makan tradisional bersama keluarga pada malam Natal.

Namun, mereka masih terdampar di pelabuhan-pelabuhan maupun bandara pada Hari Natal, dengan layanan penyebrangan feri dan pesawat yang masih ditangguhkan.

Dengan internet dan ja­ringan telepon seluler yang masih terputus di beberapa daerah terdampak, taksiran lengkap kerusakan akibat Topan Phanfone tidak dapat segera dilakukan.
“Semuanya masih belum bisa beroperasi,” ungkap Jonathan Pablito selaku komandan polisi di Kota Malay.

Topan Phanfone yang ber­gerak dengan kecepatan 195 kilometer per jam tersebut memporakporandakan atap-atap rumah, serta menumbangkan pohon-pohon dan tiang-tiang listrik di wilayah kepulauan Visayas.

“Topan tersebut sungguh menakutkan. Jendela kaca pecah dan kami berlindung di tangga,” ujar Ailyn Metran, warga Tacloban.

 Ia lalu menambahkan bingkai jendela rumah yang terbuat dari logam sampai terbang terbawa angin kencang dan jatuh menimpa mobil yang diparkir di luar gedung.

Metran mengatakan ia bersama anaknya, menghabiskan malam di kantor dinas cuaca setempat, tempat suaminya bekerja.

Selang beberapa jam, Metran dan keluarganya kembali ke rumah mereka di pusat kota Tacloban untuk menyelamatkan kedua anjingnya. (X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More