Kamis 26 Desember 2019, 17:32 WIB

Hanura Kubu Ambhara Minta OSO Bertanggung Jawab

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Hanura Kubu Ambhara Minta OSO Bertanggung Jawab

MI/MOHAMAD IRFAN
Para tokoh pendiri Partai Hanura dari kubu OSO menggelar konferensi pers di Gedung City Tower, Jakarta Pusat, Senin (23/12).

 

WAKIL Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kubu Ambhara Patrika S Andi Paturusi menanggapi pernyataan kader Hanura di bawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang (OSO), Inaz Nasrullah Zubir. Menurut Patrika, tidak benar OSO menjadi ketua umum karena dipaksa Wiranto.

"Tidak betul itu. Ini pernyataan yang menyesatkan," tegas Patrika atau yang karib disapa Anggie tersebut dalam pernyataan persnya di Jakarta, Kamis (26/12).

Ia juga mengomentari pakta integritas yang ditanda tangani OSO. Menurutnya, hal itu dibuat atas kesadaran diri sendiri dan tanpa unsur paksaan. Apalagi, OSO bukan sosok yang mudah untuk dipaksa oleh siapapun.

"Contohnya saja saat ia dipaksa mundur dari jabatan ketua umum partai oleh KPU sebagai syarat pencalonan dia di DPD RI atas putusan Mahkamah Konstitusi. Dia tidak mau bahkan KPU dan MK didemo. Jadi, mana mungkin dia mau dipaksa untuk tanda tangan pakta integritas," papar Anggie.

Anggie mendesak Hanura kubu OSO instropeksi lantaran Hanura menjadi seperti sekarang ini justru karena ketidakbecusan sang ketua umum partai. Ketidakbecusan itu membuat Partai Hanura gagal lolos mengirimkan wakil-wakilnya ke gedung DPR.

"Kenapa malah menyalahkan Pak Wiranto. Harusnya mereka sadar tanggung jawab Partai Hanura itu ada di tangan OSO selaku ketua umum, bukan di tangan Wiranto sebagai ketua dewan pembina," imbuhnya.

Seharusnya, kata Anggie, Oesman Sapta Odang bertanggung jawab atas keterpurukan Partai Hanura pada Pemilu 2019.

"Karena Hanura nggak lolos PT (parliamentary threshold), ketumnya harusnya mundur dong dari jabatan. Itu juga kan isi dari pakta integritas, janji akan menambah kader Hanura di DPR tapi perolehan suara Hanura malah makin terpuruk," tutur Anggie.

Sekedar info, Partai Hanura mengalami perpecahan di tingkat internal. Dua kubu berbeda saling memecat pentolan kubu lainnya. Kubu Ketua Umum Oesman Sapta Odang memecat Sekretaris Jenderal Sarifuddin Suding. Posisinya digantikan Herry Lontung Siregar.

Sementara kubu Sudding lebih dulu memecat OSO sebagai ketua umum Hanura. Selanjutnya Marsekal Madya (Purn) Daryatmo ditunjuk sebagai pelaksana tugas ketua umum. (RO/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More