Kamis 26 Desember 2019, 15:58 WIB

Cebong-Kampret Bersatu, Mahfud MD: Ujaran Intoleran Turun 80%

Ilham Pratama | Politik dan Hukum
Cebong-Kampret Bersatu, Mahfud MD: Ujaran Intoleran Turun 80%

MI/Ramdani
Menko Polhukam Mahfud MD

 

PEMERINTAH mencatat indeks intoleransi menurun dalam enam bulan terakhir. Pascapenetapan hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 pada Mei, intoleransi turun 80%.

"Tadi, Presiden Joko Widodo mengatakan sekarang peristiwa-peristiwa ujaran kebencian yang sifatnya intoleran itu turun 80%," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/12).

Menurutnya, perseteruan kubu pendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau yang dikenal dengan istilah cebong dengan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atau yang kerap disebut dengan kampret pada pilpres cukup berpengaruh. Saat dua kubu telah bersatu, didapatkan masyarakat berangsur menyatu.

"Ternyata efeknya bagus. Tidak ada peristiwa yang gaduh. Natal juga aman. Orang bergabung atau tidak bergabung, yang penting produknya aman, nyaman, tenang," lanjut Mahfud.

Dia berharap kondisi baik ini terus berjalan. Intoleransi akan terus dievaluasi sebagai bahan pelajaran bernegara di masa datang.

"Mudah-mudahan kondisi seperti ini menjadi pelajaran. Kita tidak perlu ribut lah, toh, akhirnya bersatu juga. Besok tidak usah ribut lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, masyarakat diminta tenang dalam melihat gejala sosial. Dia tidak ingin masyarakat mudah tersulut emosi. (X-15)

Baca juga: Tantangan Periode Kedua Menangani Intoleransi

Baca juga: Aktor Lokal Picu Intoleransi

Baca juga: Mahfud MD: Tak Perlu Ngotot Bentuk Indonesia Menjadi Negara Islam

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More