Kamis 26 Desember 2019, 15:29 WIB

Kominfo telah Indentifikasi 3.901 informasi hoaks sepanjang 2019

Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum
Kominfo telah Indentifikasi 3.901 informasi hoaks sepanjang 2019

JACK GUEZ / AFP
Ilustrasi penelusuran hoaks

 

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengidentifikasi 3.901 berita palsu atau berita bohong (Hoaks) selama periode Agustus 2018 hingga November 2019.

"Selama bulan November 2019, sebanyak 260 hoaks, kabar bohong, berita palsu berhasil diidentifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sehingga total jumlah hoaks yang dikais, diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Kominfo menjadi 3.901 hoaks pada periode Agustus 2018 sampai dengan November 2019," kata Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, (26/12).

Pasang surut berita hoaks kerap terjadi selama satu tahun belakangan, jumlah berita hoaks tertinggi terjadi pada bulan April dengan jumlah 501 berita hoaks.

"Jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian meningkat tajam hingga mencapai 501 item hoaks pada bulan April 2019," jelasnya.

Dari jumlah total berita hoaks yang berhasil teridentifikasi, isu mengenai politik menjadi isu hoaks tertinggi, disusul mengenai isu pemerintahan dan kesehatan.

"Dari total 3.901 hoaks sejak Agustus 2018 hingga November 2019 yang diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Tim AIS (Automatic Identification System) Kominfo, hoaks kategori politik mendominasi di angka 973 item hoaks. Disusul 743 hoaks kategori pemerintahan, 401 hoaks kategori kesehatan, " ungkapnya.

"Sementara, 307 hoaks kategori lain-lain, 271 hoaks kategori kejahatan, 242 hoaks kategori fitnah, 216 hoaks kategori internasional dan sisanya hoaks terkait bencana alam, agama, penipuan, mitos, perdagangan dan Pendidikan," lanjutnya.

Isu kabar bohong mengenai kabar yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, maupun penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu menjadi isu yang kerap ditemukan.

"Hoaks politik yang marak muncul di dominasi kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu, maupun penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu, " tuturnya.

Masyarakat dihimbau untuk terlebih dahulu mensaring informasi-informasi yang kerap diterima, Kominfo juga berpesan kepada masyarakat khususnya warganet bila menrima informasi yang patut diragukan kebenarannya dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan Kominfo.

"Kementerian Kominfo mengimbau warganet yang menerima informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan konten melalui email: aduankonten@kominfo.go.id atau akun twitter @aduankonten atau melalui aplikasi pesan instan WhatsApp di nomor 081-1922-4545," tukasnya.

Dapat diketahui, berdasarkan data Kominfo. Pada bulan Agustur 2018 dimana pertamakalinya Kominfo mengendalikan berita hoaks dengan Tim AIS sebanyak 25 item hoaks terdeteksi. Jumlah item hoaks terus meningkat tiap bulannya, pada bulan September 2018 meningkat menjadi 27 item hoaks, 53 item hoaks ditemukan di bulan Oktober 2018, terus meningkat pada bulan November 2018 item yang ditemukan ada pada angka 63. Kemudian 75 item hoak ditemukan di Desember 2018.

Untuk bulan Januari 2019 Kominfo mencatat 175 item hoaks berhasil teridentifikasi, meningkat dua kali lipat pada bulan Februari 2019 item hoaks berada pada angka 353 item hoaks. Kembali meningkat pada Maret 2019 sebanyak 453 item hoak ditemukan.

Pada bulan April 2019 jumlah item hoaks yang teridentifikasi meningkat tinggi berada pada angka 501 item hoaks, meningkat terus sepanjang bulan pada bulan Mei 2019 item hoak sedikit menurun berada pada angka 402 item hoaks, kembali turun pada bulan Juni 2019 item hoaks ada pada angka 330 item hoaks.

Sementara, dibulan Juli 2019 item hoaks naik sedikit diangka 348 item hoaks, turun dibulan Agustus 2019 item hoaks menyentuh angka 271 item hoaks. Sepanjang September, Oktober dan November 2019 jumlah item hoak terlihat sedikit menaik dan menurun, pada September 2019 menaik sedikit menjadi 280 item hoaks, kemudian Oktober 2019 kembali naik sedikit pada angka 295 item hoak, dan pada November 2019 kembali menurun dengan jumlah item hoaks sebanhak 260 item. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More