Kamis 26 Desember 2019, 10:51 WIB

Kalsel Kembangkan Tahura Sultan Adam Jadi Obyek Wisata Dunia

Denny Susanto | Nusantara
Kalsel Kembangkan Tahura Sultan Adam Jadi Obyek Wisata Dunia

MI/Denny Susanto
Desa Riam Kanan yang berada di kawasan konservasi Tahura Sultan Adam Kalimantan Selatan.

 

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan akan mengembangkan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam menjadi obyek wisata bertaraf internasional. Selain mengandalkan pesona alam Tahura Sultan Adam akan dibangun berbagai fasilitas wisata sehingga dapat menarik wisatawan dalam dan luar negeri.

Kawasan Tahura Sultan Adam yang berada di dua kabupaten yaitu Banjar dan Tanah Laut dengan luas 112 ribu hektare, memiliki banyak  spot potensial untuk dikembangkan menjadi obyek wisata bahkan berkelas internasional. Beberapa spot obyek wisata alam yang sudah dikembangkan antara lain Mandiangin dan puncak Tahura, waduk Riam Kanan, Matang Keladan, gugusan pulau di dalam waduk, Kiram Park serta lembah dan puncak Kahung.
          
Khusus di kawasan Mandiangin dikatakan Rahmat, Kepala UPT Tahura Sultan Adam, saat ini terus dipercantik dengan pembangunan berbagai fasilitas penunjang wisata. Berupa akses jalan, kawasan parkir bagi wisatawan, gazebo, toilet, camping ground dan lain sebagainya.

Beberapa waktu lalu juga telah dibangun ruang terbuka serbaguna yang disebut Plaza Jokowi di kawasan Tahura. Plaza Jokowi dibangun di daerah dataran tinggi kawasan Tahura Sultan berdekatan dengan lokasi bersejarah benteng dan kolam pemandian peninggalan Belanda. Lokasi tersebut juga tempat presiden dan istri menanam pohon Gaharu tanaman khas Kalimantan yang menjadi bagian kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di Kalsel.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Kamis (26/12/2019), mengungkapkan pengembangan pariwisata merupakan salah satu prioritas pembangunan pemerintah daerah.

"Kalsel secara bertahap akan beralih dari eksploitasi sumber daya alam tak terbarukan seperti tambang ke sumber daya alam terbarukan dan berkelanjutan. Salah satunya pengembangan wisata alam yang sangat potensial dimiliki Kalsel," tuturnya.

Pemprov Kalsel telah membangun Taman Bumi (Geopark) Pegunungan Meratus yang diharapkan dapat menjadi geopark internasional (UGG). Geopark Pegunungan Meratus memiliki 67 geosite yang sebagian berada dalam kawasan Tahura. Kalsel juga bekerjasama dengan Finlandia dalam konsep pengembangan wisata alam secara modern.

baca juga: Peringatan 15 Tahun Tsunami Ditandai Gerhana Matahari Cincin

Lebih jauh dikatakan Hanif, kawasan Tahura Sultan Adam yang sempat ditutup untuk kegiatan perkemahan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), secara resmi kembali dibuka untuk umum. Kini obyek wisata Mandiangin-Tahura mampu menghasilkan PAD cukup besar bagi daerah. Pada 2019 ini dari target pendapatan Rp1 miliar hingga Desember sudah mencapai Rp1,6 miliar dan diperkirakan bisa mencapai Rp1,8 miliar saat tutup tahun. Bahkan Pemprov Kalsel menargetkan pendapatan hingga Rp3 miliar pada 2020 mendatang. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More