Kamis 26 Desember 2019, 07:57 WIB

PO Sriwijaya Abaikan Keselamatan Penumpang

Cindy Ang | Nusantara
PO Sriwijaya Abaikan Keselamatan Penumpang

MI/Dwi Apriani
Tim Basarnas mengangkat bangkai bus Sriwijaya dari Sungai Lematang, Pagaralam. Kecelakaan tunggal menewaskan 31 penumpang.

 

DARI hasil penyelidikan polisi menilai penyebab kecelakaan maut Bus Sriwijaya di Sungai Lematang, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan akibat lemahnya kontrol perusahaan otobus Sriwijaya. Kakorlantas Polri Irjen Polisi Istiono menyebut ada beberapa faktor kelalaian perusahaan dalam menjalankan standar operasional prosedur keselamatan. erusahaan Otobus Sriwijaya mempekerjaan supir bus tanpa memiliki SIM dan tidak profesional.

"Tidak terbiasa melewati jalur tersebut. Saat menghadapi masalah, menjadi gugup dan tidak mampu mengatasi situasi yang berdampak los. Tidak ada pengereman atau upaya penyelamatan darurat," kata Istiono seperti dikutip Antara, Kamis (26/12/2019)

Ia menambahkan perusahaan Otobus Sriwijaya menugaskan supir melalui jalur lain. Bahkan kapasitas tempat duduk sesuai perizinan hanya untuk 25 tempat duduk malah dipaksakan hingga 48 tempat duduk. Berdasarkan penyelidikan, kata dia, bus tak laik jalan. Sebab bus telah dioperasionalkan selama 20 tahun sehingga kondisi bus tak sesuai dengan standar operasional keamanan.

"Ban belakang vulkanisir dan aus sehingga tidak berfungsi sebagai penahan saat dilakukan pengereman atau menyebabkan kendaraan meluncur los," tutur Istiono.

Keadaan itu diperparah dengan ruas jalan yang berliku dan tanpa dilengkapi rambu-rambu hingga pembatas jalan. Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memberdayakan teknologi dan melibatkan para pakar untuk mendukung proses penyidikan.

Istiono melanjutkan Korps Bhayangkara melakukan penyidikan secara virtual maupun manual untuk membuktikan faktor penyebab kecelakaan maut Bus Sriwijaya itu. Melalui kajian ilmiah traffic accident research centre (TARC) untuk pencegahan, memberikan rekomendasi untuk memperbaiki infrastruktur, peningkatan kualitas keamanan maupun pembangunan dan rekayasa jalan. TARC mengimbau agar kepolisian di seluruh Indonesia berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat mengecek kelayakan armana bus dan pengemudinya.

baca juga: Waspadai Bencana Banjir di 2020

Sebelumnya, Bus Sriwijaya BD-7031-AU rute Bengkulu-Palembang terjun ke jurang di Liku Lematang Jalan Lintas Pagaralam-Lahat KM 9 Desa Plang Kenidai Desa, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam pada 24 Desember 2019 dan menewaskan 31 orang. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More