Rabu 25 Desember 2019, 22:10 WIB

Bus Swirijaya Maut Ternyata Melanggar Izin Trayek

Kristiadi | Nusantara
Bus Swirijaya Maut Ternyata Melanggar Izin Trayek

ANTARA
Bus Sriwijaya rute Bengkulu - Palembang yang mengalami kecelakaan di Liku Sungai Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumsel

 

BUS Sriwijaya nomor polisi BD 7031 AU yang terperosok ke dalam jurang curam 150 meter dan akhirnya tercebur ke Sungai Lematang di Kota Pagaralam, Sumatra Selatan, ternyata tidak sesuai dengan rute trayek yang dimilikinya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan, izin rute trayek bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan telah menewaskan sedikitnya 35 orang tersebut tidak sesuai dengan izin yang dimilikinya.

Izin rute yang sesugguhnya ialah Bengkulu-Lampung-Blitar, tapi bus yang mengalami kecelakaan mengambil rute Bengkulu-Pagaralam-Palembang.

"Bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan itu tidak sesuai rute trayek sebenarnya dan telah menyalahi izin. Kami mengingatkan pada sopir bus agar lebih berhati-hati saat membawa penumpang dan jika bus tidak layak atau ada kerusakan harus berani menolak dan tidak melanjutkan, karena bisa membahayakan baik sopir maupun penumpang," katanya, Rabu (25/12), saat melakukan pengecekan bus di Terminal Tipe A Indihiang, Tasikmalaya.

Budi mengatakan, insiden kecelakaan pertama ketika bus itu menyerempet sebuah mobil dari arah Bengkulu ke Palembang kemudian butuh waktu untuk melakukan penanganan insiden tersebut. Namun, bus juga sempat terperosok ke dalam parit ketika itu diberikan pertolongan oleh bus Sriwijaya yang lain untuk keluar dari parit, tetapi dua kali terjadi kecelakaan hanya untuk mengejar target sampai ke Palembang dengan memacu kendaraan kecepatan tinggi.

"Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kepolisian bersama Kemenhub sudah ke lapangan akan melihat penyebabnya dari berbagai aspek. Namun, dalam pemeriksaan yang dilakukan meliputi kelaikan kendaraan, kondisi pengemudi, lingkungan dan geometrik jalan dari KNKT hingga nantinya mereka akan memberikan rekomendasi untuk semua pihak melakukan perbaikan, baik kepada Kemenhub atau instansi terkait lainnya," ujarnya.


Baca juga: Anak Korban Bus Sriwijaya Menikah di Depan Jenazah sang Ayah


Menurut Budi, peran operator selama ini sangat dibutuhkan untuk menjamin keselamatan para penumpang dan setiap PO investasinya tidak murah, jadi diharapkan para pemilik kendaraan angkutan juga mempunyai kesadaran. Sehingga tidak perlu lagi menunggu hingga terjadi kecelakaan dan itu harus menjadi pembenahan.

"Dampak kecelakaan akan mengakibatkan kerusakan material cukup berat, baik bagi operator, pemerintah, dan masyarakat. Supaya kejadian serupa tidak terulang kembali, tetapi berharap adanya kerja sama yang baik dari pihak operator kendaraan angkutan orang untuk meningkatkan faktor keamanan hingga keselamatan penumpang. Kemenhub sendiri telah memiliki Rencana Umum Nasional untuk Keselamatan (RUNK) dan melalukan berbagai upaya mengantisipasi terjadinya kecelakaan di jalan raya," katanya.

Budi mengungkapkan, operator bus untuk selalu membina para pengemudinya dalam berkendara. Karena, ketentuan perizinan juga harus selalu ditaati dan terakhir kendaraan itu selalu dipeliharan hingga dipastikan layaknya beroperasi. Namun, selama ini juga masih ada yang ditemukan kendaraan yang tidak layak tapi masih dipaksakan untuk beroperasi.

"Kami mengingatkan operator bus untuk tidak hanya mencari keuntungan, melainkan juga menjaga keselamatan penumpang. Karena itu, semua pihak juga harus bekerja sama supaya meningkatkan layanan terutama penumpang. Karena, selama ini salah satu contoh adanya beberapa kendaraan angkutan orang jurusan Jakarta-Pelabuhan Ratu memaksa beroperasi padahal rem tangan pengemudi sama sekali tak berfungsi," ungkapnya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More