Rabu 25 Desember 2019, 21:25 WIB

Ada Pria asal Indonesia di Daftar Pengacara Top Singapura

mediaindonesia.com | Internasional
Ada Pria asal Indonesia di Daftar Pengacara Top Singapura

Dok. Pribadi
Wincen Santoso

 

SALAH satu pengacara muda dari Indonesia masuk dalam daftar 20 pengacara muda paling berpengaruh tahun ini di Singapura. Ke-20 pengacara itu dinilai media Singapore Bussiness Review berkontribusi bagi status Singapura sebagai pusat penyelesaian sengketa terkemudka di Asia Pasifik.

Para profesional hukum yang dipilih memiliki spesialisasi dalam berbagai masalah seperti penyelesaian sengketa, restrukturisasi dan insolvensi, merger dan akuisisi (M&A), serta industri yang meliputi real estat, kedirgantaraan, ritel, perbankan & keuangan, dan energi.

Dalam daftar itu, ada nama Wincen Santoso, pria asal Indonesia yang punya spesialisasi di bidang litigasi dan sengketa perusahaan. Wincen yang merupakan anggota Chartered Institute of Arbitrators, merupakan pengacara dari DLA Piper.

Selama karirnya, pria 32 tahun itu telah menangani beragam portofolio kasus dan transaksi sengketa internasional di seluruh Asia, terutama mengenai anti-trust, anti-korupsi, arbitrase internasional, akuisisi, dan restrukturisasi.

Wincen mengungkapkan, sentralnya perekonomian benua Asia bagi dunia turut memberikan dampak bagi meningkatnya volume transaksi bisnis internasional di kawasan. Sengketa bisnis pun akhirnya jadi hal yang tak terelakkan.

Baca juga : Indonesia-Singapura Sepakati Kendali Ruang Udara

"Advokat karenanya dituntut untuk selalu mengasah keterampilan dan pengalaman serta penguasaan peraturan abitrase internasional sebagai alternatif penyelesaian sengketa," ujar Wincen dalam keterangan tertulis, Rabu (25/12).

Indonesia, lanjt Wincen masuk 5 besar negara yang di SIAC setelah Amerika Serikat, India, Malaysia, dan Tiongkok. Tahun lalu saja, ada 62 perkara yang melibatkan perusahaan Indonesia di SIAC.

"Padahal, jumlah itu belum termasuk perkara-perkara yang melibatkan perusahaan Indonesia di International Chamber of Commerce (ICC), London Court of International Arbitration (LCIA), dan Hong Kong International Arbitration Centre (HKIAC)," lanjutnya.

Hal itu, lanjut Wincen akibat makin derasnya investasi asing yang masuk ke Indonesia. Hal itu juga berbanding lurus dengan makin banyaknya perusahaan Indonesia yang mengglobal.

Wincen menjelaskan, arbitrase layaknya seperti pengadilan swasta, di mana para pihak berperkara dapat menunjuk arbiter (hakimnya). Arbitrase juga menyidangkan perkara untuk tingkat pertama dan terakhir, sehingga tidak dikenal istilah banding atau kasasi.

Baca juga : Indonesia-Singapura Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi

“Di samping itu karena perkara diadili oleh arbiter yang ditunjuk oleh pihak berperkara, sehingga arbiter/hakim benar-benar menguasai masalah. Misalnya untuk perkara konstruksi dapat dipertimbangkan untuk ditunjuk arbiter yang ahli di bidang konstruksi,” tutur Wincen.

Wincen menambahkan arbitrase menjadi sarana untuk penyelesaian sengketa bisnis internasional populer karena diakui oleh 159 negara.

”Jadi misalnya ada sengketa antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Republik Rakyat Tiongkok di Singapura dan diselesaikan melalui arbitrase. Kemudian, pihak Indonesia menang dan ternyata aset perusahaan RRT berada di Rusia, Australia, dan Inggris, maka putusan arbitrase pada umumnya dapat dieksekusi di sejumlah negara tersebut dengan beberapa catatan,” jelasnya.

Hal ini berbeda apabila sengketanya diadili di pengadilan asing. Pengadilan negara lain pada umumnya tidak akan mau melaksanakan putusan pengadilan asing apabila tidak ada dasar perjanjian internasional.

“Selain itu, setiap negara punya kedaulatan masing-masing jadi tidak bisa putusan pengadilan Singapura dilaksanakan di Indonesia, tanpa adanya dasar perjanjian internasional, kecuali dalam kerangka arbitrase internasional,” pungkas Wincen yang juga menjadi pengacara di New York, AS. (RO/OL-7)

Baca Juga

AFP/Alberto PIZZOLI

Paus Fransiskus akan Rayakan Natal Tanpa Umat

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:31 WIB
Meski begitu, Paus Fransiskus akan tetap menggelar Misa Malam Natal dan menyampaikan pesan Urbi et Orbi kepada...
AFP/OLI SCARFF

Antibodi Hanya Bertahan Sebentar di OTG Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:22 WIB
Sampel dari ratusan ribu orang di Inggris, antara pertengahan Juni dan akhir September, menunjukkan prevalensi kehilangan antibodi covid-19...
AFP/Handout / TAIWAN DEFENCE MINISTRY

AS Jual Sistem Pertahanan Pantai Senilai US$2,4 M ke Taiwan

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:02 WIB
Kesepakatan itu melibatkan 100 Harpoon Coastal Defense Systems (HCDS), yang mencakup 400 RGM-84L-4 Harpoon Block II Surface Launched...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya