Kamis 26 Desember 2019, 02:05 WIB

Usia Bus Nahas Lebih dari 20 Tahun

Dwi Apriani | Nusantara
Usia Bus Nahas Lebih dari 20 Tahun

MI/Dwi Apriani
Bus Sriwijaya yang masuk jurang di Liku Lematang, Kota Pagaralam, Sumatra Selatan

 

BUS Sriwijaya jurusan Bengkulu-Palembang yang jatuh ke jurang di Liku Lematang, Kota Pagaralam, Sumatra Selatan, hingga menewaskan 35 penumpang sudah beroperasi lebih dari 20 tahun. Sementara itu, SIM pengemudinya mati sejak 2010.

Demikian dikatakan Kepala Korlantas Polri Irjen Istiono saat berada di lokasi kecelakaan bus, kemarin. Ia juga menyaksikan proses evakuasi dan kondisi korban di Rumah Sakit (RS) Besemah Pagaralam.

Istiono menyatakan masih menyelidiki penyebab kecelakaan yang terjadi pada Senim (23/12) malam itu. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim akan dianalisa secara lengkap. Pemeriksaan itu akan dilakukan hingga dua hari ke depan.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, katanya, karakteristik jalan di lokasi kecelakaan berbahaya karena kondisi jalan menikung, menajak, dan menurun tajam. “Berkendara di turunan dan tikungan tajam pengendara memang perlu konsentrasi penuh dan kondisi kendaraannya harus prima. Rem harus pakem, pengemudi di lokasi juga harus waspada, karena di situ ada tikungan-tikungan, naik, turunan tajam,” kata Istiono.

Ia mengungkapkan, karena karakteristik jalan yang berbahaya, di sekitar lokasi kecelakaan bus Sriwijaya perlu ada penambahan rambu lalu lintas berupa peringatan agar pengemudi ekstra hati-hati.

“Trek ini menurut saya terlalu tajam, sehingga perlu ada papan pengumuman, penerangan jalan, dan peringatan juga perlu dipasang di lokasi,” tuturnya.

Menurutnya, penambahan rambu, termasuk tanda peringatan sebagai langkah dan antisipasi agar kecelakaan fatal seperti yang dialami bus sriwijaya tidak terulang.

Selain Kepala Korlantas Polri Irjen Istiono yang turun ke lokasi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menugaskan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki penyebab kecelakaan itu. “Kami sudah melakukan upaya intensif dengan menugaskan beberapa pihak dari Dirjen Perhubungan Darat, terutama dari KNKT. KNKT akan mencari penyebab kecelakaan,” ujarnya.

Hingga kini korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus Sriwijaya menjadi 35 orang meninggal dunia dan 13 orang menderita luka. dari 13 korban luka yang dirawat di RS Besemah, Pagaralam, dua di antara mereka sudah diperbolehkan pulang. Korban tewas termasuk pengemudi bus, Feri, 48.

Atas musibah tersebut, Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta korban yang selamat dan keluarga korban meninggal untuk bersabar. “Atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah provinsi, saya turut berduka yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Kita berharap korban selamat segera sehat, dan yang meninggal diampuni dosa-dosanya. Para keluarga korban saya minta tetap bersabar dengan musibah ini,” kata Herman.


Mendapat santunan

Sementara itu, PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban akan mendapat santunan. Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo mengatakan itu saat menjenguk korban selamat yang dirawat di RS Besemah, sekaligus menyerahkan santunan untuk mereka.

Ia mengatakan, santunan untuk 10 dari 35 korban meninggal bahkan sudah diserahkan kepada ahli waris masing-masing dengan cara ditransfer ke rekening bank ahli waris. Santunan untuk korban meninggal dunia lainnya segera diserahkan setelah petugas Jasa Raharja selesai mendata ahli waris. (Hld/RF/RS/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More