Rabu 25 Desember 2019, 19:45 WIB

BMKG Aceh Amati Gerhana Matahari Cincin dari Gedung Tsunami

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
BMKG Aceh Amati Gerhana Matahari Cincin dari Gedung Tsunami

ANTARA
Gerhana matahari cincin

 

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh Stasiun Geofisika Aceh Besar akan melakukan pengamatan gerhana matahari cincin di Gedung Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDMRC) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang diperkirakan terjadi pada Kamis (26/12) besok.    

"Dengan berbagai pertimbangan, seharusnya kita melaksanakan pengamatan di Sinabang (Simeulue) dan (Aceh) Singkil. Akhirnya, kita melakukan pengamatan di TDMRC saja," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie, Djati Cipto Kuncoro, di Aceh Besar, Rabu (25/12).

Ia mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa Kementerian Agama Provinsi Aceh bakal melakukan pengamatan gerhana matahari cincin pada dua kabupaten di Aceh, yakni Simeulue dan Aceh Singkil.

Sedangkan sebagian besar wilayah di provinsi paling barat Indonesia ini, lanjut dia, bakal dilanda gerhana matahari sebagian meliputi Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Subulussalam.  

Ia mengakui gerhana matahari cincin kali ini bertepatan dengan fenomena alam gempa bumi disertai gelombang tsunami yang meluluhlantakkan sejumlah daerah di wilayah daratan Aceh akibat interaksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia di Perairan Aceh pada 26 Desember 2004.


Baca juga: Gerhana Matahari akan Menyapa Seluruh Daerah di Aceh


Tidak cuma Provinsi Aceh di Indonesia, akan tetapi sejumlah negara mengalami dampak gempa dan gelombang besar tersebut, seperti Sri Lanka, India, Thailand, Malaysia, Somalia, Bangladesh, Maladewa hingga Kepulauan Cocos.   

"Insya Allah, jam 09.00 WIB kita sudah pasang alat di TDMRC. Tapi ada beberapa teman kita sebar, karena di hari yang sama kan pada 26 setiap bulan kita membunyikan sirene bersama BPBA (Badan Penanggulangan Bencana Aceh). Setelah aktivasi sirine, tim dari keenam lokasi sirene ini akan merapat ke gedung TDMRC," katanya.

Sebagai bagian dari edukasi masyarakat di Banda Aceh dan sekitarnya yang ingin melihat gerhana matahari sebagian di Aceh pihaknya menawarkan masyarakat untuk dapat ke gedung TDMRC.  

BMKG telah menginformasikan bahwa dari segi jadwal di Indonesia waktu mulai terjadi gerhana matahari paling awal, yakni Sabang, Aceh, pukul 10.03 WIB. Di Sabang, puncak gerhana terjadi pukul 11.49 WIB. Sebaliknya di Merauke, Papua menjadi wilayah Indonesia yang paling akhir waktu mulai gerhananya, yakni mulai pukul 14.37 WIT.  

"Andai kata masyarakat ingin melihat, itu sangat baik sekali. Karena bagian edukasi yang mana fenomena ini bukan satu atau dua kali (terjadi). Kita sangat berharap sekali, jika masyarakat memang berkeinginan bahwa kita ada di gedung TDMRC," demikian Djati Cipto Kuncoro. (Ant/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More