Rabu 25 Desember 2019, 23:00 WIB

Keluarga Korban Aksi Todong Enggan Damai

Keluarga Korban Aksi Todong Enggan Damai

MI/Pius Erlangga
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

 

ORANG tua korban penodongan senjata api yang dilakukan tersangka AM, 44, belum berencana mencabut laporan yang dilayangkan ke pihak kepolisian.

Ade, ibu dari salah satu korban menuturkan, belum ada rencana mencabut laporannya, ia menyerahkan sepenuhanya kepada pihak kepolisian. ‘Kami masih menunggu kelanjutan kasus ini dari kepolisian,’ kata Ade, di Jakarta, Rabu (25/12).

Ade mengatakan, meskipun kondisi anaknya sudah membaik, Ia juga belum berencana berdamai dengan tersangka AM.

“Alhamdulillah sudah lebih baik dari kemarin. Mohon doanya ya,” kata Ade.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, peristiwa itu terjadi Sabtu, 21 Desember 2019. Pemilik mobil sport berwarna oranye dengan nomor polisi B 27 AYR itu kemudian meminta dua anak SMA berhenti berlari.

Permintaan AM tidak diindahkan kedua bocah. AM lalu  mengeluarkan tembakan peringatan hingga tiga kali.

Pada Minggu (22/12), korban melaporkan kejadian itu ke Polres Jaksel. Setelah penyelidikan, AM ditangkap pada Senin (23/12), malam.

Lebih lanjut, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar mengatakan mobil Lamborghini tersangka yang disita menggunakan plat nomor palsu. Namun, surat-surat mobil super itu terdata oleh kepolisian.

“Pelat yang digunakan saat kejadian bukan pelat yang aslinya. Tapi mobil itu memiliki STNK dan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang terdaftar,” katanya.

Fahri mengatakan atas dasar itu AM bisa dijerat hukuman pemalsuan pelat nomor dalam undang-undang lalu lintas.

Polisi juga menyita mobil itu dalam kondisi rusak. Mobil itu sempat dibawa adik tersangka aksi koboi itu sebelum disita polisi.

Bumper mobil sport mewah pabrikan Italia itu penyok, sedangkan setirnya tidak bisa dioperasikan. Saat AM ditangkap, mobil itu masih dalam keadaan baik.  

MS, adik AM, pun ditetapkan sebagai tersangka karena diduga merusak barang bukti. (Tri/Medcom/J-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More