Rabu 25 Desember 2019, 18:06 WIB

Musim Hujan Hingga April 2020, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Atalya Puspa | Humaniora
Musim Hujan Hingga April 2020, Waspada Bencana Hidrometeorologi

MI/Dwi Apriani
Banjir di Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang, Sumatera Selatan

 

BADAN Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi hingga April 2020.

Berkaitan dengan itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik Fachri Rajab menyatakan adanya potensi bencana yang ditimbulkan sepanjang musim penghujan.

"Kondisi curah hujan lebat ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan banjir bandang," kata Fachri kepada Media Indonesia, Rabu (25/12).

Fachri menyebut, adapun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Barat, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Papua bagian Tengah hingga sepekan ke depan.

"Daerah-daerah dengan potensi hujan lebat itu perlu diwaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi," imbuh Fachri.

Baca juga : Sebagian Wilayah DKI Diprediksi Hujan Siang Ini

Untuk mengantisipasi bencana tersebut, ia mengimbau agar masyarakaf terus memantau info cuaca dari BMKG.

"Pastikan lingkungan rumah dan saluran air dalam kondisi bersih sehingga siap untuk menerima, menyerap dan mengalirkan air hujan," ungkapnya.

"Kalau ada pohon-pohon yang sudah tua dan rindang agar dipangkas, untuk menghindari dahan roboh akibat angin kencang," imbuh Fachri.

Terpisah, dalam rilis resmi BMKG, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau sejumlah wilayah perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan hujan lebat pada periode libur natal 2019 dan tahun baru 2020.

Adapun wilayah tersebut yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

"Umumnya, hujan terjadi dimulai pada saat menjelang siang hingga sore hari," kata Dwikorita.

Baca juga : Curah Hujan Februari Bisa Meningkat 4 Kali Lipat

Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan bagi masyarakat pesisir, nelayan, dan wisatawan pun perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di beberapa wilayah perairan Indonesia, terutama periode 23-28 Desember 2019.

Gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter (Moderate Sea) berpeluang terjadi di Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh hingga Kep. Mentawai, Perairan Enggano-Bengkulu, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga P. Sumba, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, Laut Sawu bagian selatan, Perairan selatan P. Sawu hingga P. Rotte, Samudra Hindia barat Sumatra, Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Anambas-Kep. Natuna, Laut Natuna, Perairan timur Bintan hingga Lingga, Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe-Talaud, Laut Maluku, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat hingga Papua.

"Sementara untuk tanggal 27 & 28 Desember 2019 terjadi peningkatan gelombang laut setinggi 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Sumbawa, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Sumba dan Laut Natuna Utara," tambah Dwikorita.

Dwikorita mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi. Selain itu, masyarakat juga harus waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang/roboh.

"Tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/petir, Waspada kenaikan tinggi gelombang, dan Menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda," tutupnya. (Ol-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More