Rabu 25 Desember 2019, 17:31 WIB

Basarnas: Kendala Penyelam Ada Pusaran Air

Dwi Apriani | Nusantara
Basarnas: Kendala Penyelam Ada Pusaran Air

MI/DWI APRIANI
Evakuasi bangkai bus Sriwijaya yang masuk ke jurang di liku Lematang Pagaralam, Rabu (25/12).

 

PENCARIAN korban kecelakaan bus Sriwijaya tujuan Bengkulu - Palembang yang jatuh di jurang liku Lematang, Pagaralam, Selasa (24/12) masih dilakukan.

Hingga pukul 15.00 WIB, tim evakuasi gabungan berhasil menemukan 4 korban meninggal dunia pada Rabu (25/12). Dengan begitu total korban meninggal yakni 32 orang dan korban selamat 13 orang, secara keseluruhan 45 orang. 

Kepala Kantor Basarnas Palembang, Berty DJ Kowaas mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pencarian korban hingga semua yang dinyatakan hilang ditemukan.

Hanya saja, memang sampai saat ini permasalahan ada pada manifes penumpang. Meski disebutkan ada 54 orang penumpang dalam bus tersebut, hal itu belum bisa dibuktikan. Pasalnya dari pihak PO bus pun tidak bisa memastikan jumlahnya.

Hal itu lantaran banyaknya penumpang yang naik dari jalan, sehingga tidak tercatat datanya di manifest penumpang. Untuk memastikan jumlah penumpang, Berty meminta keluarga korban untuk melapor.

Baca juga: Jasa Raharja Santuni Semua Korban Bus Sriwijaya

Berty menjelaskan, dari hasil kerja sama tim gabungan dan masyarakat Pagaralam, 4 jenazah ditemukan kembali dari dalam sungai.

"Kami menarik jenazah dari dalam sungai. Ini dilakukan penyelam. Kendala yang kami temui dilapangan selain dari arus sungai sangat kuat, juga terdapat pusaran air di bawah sungai. Ada cekungan air atau biasa disebut lubuk did alamnya. Jadi penyelam kesulitan masuk ke pusaran air itu," tandasnya. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More