Rabu 25 Desember 2019, 14:30 WIB

Kardinal Suharyo: Saya Prihatin, tapi Tidak Resah

Tri Subarkah | Humaniora
Kardinal Suharyo: Saya Prihatin, tapi Tidak Resah

MI/Pius Erlangga
Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo

 

USKUP Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo mengutarakan keprihatinannya terhadap pelarangan ibadah Natal di beberapa daerah di Indonesia. Namun, dirinya tidak merasa resah dengan hal tersebut.

"Saya prihatin, tapi tidak pernah merasa resah, nggak lah," kata Suharyo di Gereja Katedral Jakarta, Rabu (25/12).

Menurutnya, pelarangan Natal tidak semestinya terjadi. Sebab sebagai negara yang bersemangat Bhinneka Tunggal Ika dan berpedoman pada Pancasila serta UUD 1945, Indonesia menghormati hak setiap warga negara untuk beribadah menurut keyaknian masing-masing. "Itu saya kira standarnya, cita-citanya," katanya.

Bahwa cita-cita tersebut belum menjadi kenyataan, lanjut Suharyo, dalam arti tertentu dapat dimengerti. Meskipun ia mengaku tidak mengecilkan persoalan, namun perayaan Natal tahun ini dinilai berjalan dengan baik. Ia berharap mencuatnya kasus di beberapa daerah tidak menghilangkan hal-hal yang sudah berjalan baik.

Lebih lanjut, Suharyo menyebut bahwa pelarangan Natal yang terjadi merupakan tanggung jawab kepala daerah masing-masing. Ia mendorong kepala daerah untuk mengedepankan dialog dengan berbagai pihak.

"Bukan dialog menag kalah, itu namanya bukan dialog, debat namanya. Kalau dialog itu mencari jalan bersama dengan saling mencerdaskan, saling memberi cakrawala berpikir supaya ada jalan keluar yang diinginkan," terang Suharyo.

Suharyo yakin pelarangan Natal di beberapa daerah akan hilang dalam perjalanan waktu. "Ketika kesadaran bersama mengenai tanggung jawab kita sebagai warga negara bersemangat Bhinneka Tunggal Ika, berpedoman Pancasila dan UUD 45 dalam Negara Kesatuan Republik Indinesia. Kalau itu bertumbuh terus hal-hal seperti itu pada waktunya akan hilang," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan seluruh umat Kristiani di Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung, dan Jorong Kampung Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dilarang menggelar ibadah dan perayaan Natal 2019.

Pemerintah setempat beralasan, perayaan Natal dilarang di dua lokasi itu karena tidak dilakukan pada tempat ibadah pada umumnya. (OL-11)

Baca Juga

Ilustrasi

Ivermectin Bisa Jadi Alternatif Pengobatan Pasien Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:10 WIB
Sejumlah negara Amerika Selatan juga telah menggunakan Ivermectin sebagai pengobatan dan tindakan...
Dok. Pribadi

Kowani : Sumpah Pemuda juga Momen Perjuangan Perempuan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:01 WIB
"Dua bulan setelah peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, para perempuan Indonesia menginisiasi pembentukan Perikatan...
Dok. Pribadi

Kemenpora : Potensi Pemuda Bangun Bangsa Harus Dioptimalkan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:55 WIB
Zainuddin optimistis, pemuda Indonesia bisa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk pembangunan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya