Rabu 25 Desember 2019, 14:26 WIB

Peserta JKN-KIS Turun Kelas, Klinik Terancam Kehilangan Pasien

Atalya Puspa | Humaniora
Peserta JKN-KIS Turun Kelas, Klinik Terancam Kehilangan Pasien

ANTARA FOTO/Fenny Selly
Petugas BPJS Kesehatan melayani warga yang mengurus administrasi keanggotan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS)

 

KENAIKAN iuran BPJS Kesehatan hingga mengakibatkan banyak peserta turun kelas rupanya menimbulkan efek domino. Selain berpengaruh pada Rumah Sakit, Klinik juga terancam kehilangan pasien. Pasalnya, terdapat wacana peserta kelas III PBI JKN-KIS akan dialihkan ke Puskesmas.

"Kalau sekarang klinik tidak begitu berpengaruh. Tapi ada wacana dari Pemerintah Daerah bahwa PBI akan dialihkan ke Puskesmas. Dengan begitu klinik akan kehilangan peserta kelas III, karena pasti banyak yang turun ke PBI, dia akan beralih ke Puskesmas. Itu jadi masalah," kata Ketua Asosiasi Klinik Indonesia Eddy Junaidi kepada Media Indonesia, Rabu (25/12).

Eddy menilai, seharusnya Puskesmas tetap menjalankan fungsi promotif dan preventif. Sementara, klinik menjalankan fungsinya sebagai fasilitas kesehatan kelas 1.

Baca juga: Menkes dan BPJS Setuju tak Naikan Iuran Peserta JKN Kelas III

Mengenai kenaikan iuran BPJS Kesehatan, Eddy berharap pemerintah bukan hanya akan memperbaiki fasilitas kesehatan di Rumah Sakit tetapi juga klinik yang selama ini menjadi mitra BPJS Kesehatan.

"Dari kita sebenarnya tidak ada pengaruh. Problemnya dengan kenaikan sekarang ada gak kenaikan kapitasi untuk klinik?" tanya Eddy

"Masyarakat dibebani, tapi faskes klinik tidak diberikan penambahan nilai dari angka pembayaran. Kalau kenaikan iuran sejalan dengan kenaikan kapitasi. Itu baru seimbang," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) DKI Jakarta Koesmedi Priharto menuturkan Rumah Sakit di Jakarta telah siap apabila banyak peserta JKN-KIS yang turun ke kelas III. Dirinya menyatakan, selama program JKN-KIS berjalan, di DKI Jakarta memang didominasi oleh peserta kelas III.

"Ya, dari dulu memang peserta kelas III lebih banyak dan tempat tidur kelas III di DKI Jakarta memang sudah disiapkan dan jumlahnya hampir 70%," tukasnya.

Apabila nantinya ada pasien di kelas III membludak, pihaknya akan memindahkan tempat tidur dari kelas I dan II untuk kelas III.

"Tempat tidur di DKI Jakarta kan bisa digeser dari kelas 1dan 2 bisa jadi kelas 3" ucapnya.

Semua pihak perlu berbenah diri untuk memperbaiki BPJS Kesehatan yang tengah dilanda masalah. Selain pada aspek pelayanan kesehatan, Koesmedi menyebut aspek preventif menjadi penting untuk mengantisipasi penyebaran penyakit.

"Preventif dan promotif harus menjadi yang utama, agar terjadi perubahan budaya gaya hidup," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Hari ini Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 3.985 Orang

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 18:00 WIB
Uji pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) di 265 laboratorium serta tes cepat molekuler (TCM)...
MI/Ramdani

Duduk Lama Karena Work From Home, Waspadai Muncul Wasir

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:29 WIB
Angka tersebut menunjukkan bahwa selama masa pandemi dan semua orang melakukan WFH masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya hanya...
AFP

Ini Penjelasan Asteroid 2018 VP1 yang Melintas Dekat Bumi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:36 WIB
Pada 2 November 2020 mendatang, Asteroid 2018 VP1 akan melintas di dekat bumi pada pukul 18.33 WIB dengan jarak 0,0028 satuan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya