Rabu 25 Desember 2019, 13:55 WIB

BRT Merugi, Dishub Sulsel Tetap Akan Buka Rute Baru

Lina Herlina | Nusantara
BRT Merugi, Dishub Sulsel Tetap Akan Buka Rute Baru

Antara
Bus Rapid Transit (BRT) yang beroperasi di Kota Makassar sejak 2015 terus merugi hingga sekarang.

 

KOTA Makassar, Sulawesi Selatan sudah memiliki transportasi massal disebut Bus Rapid Transit (BRT) yang beroperasi sejak 2015. Sayangnya BRT yang merupakan kerja sama antara Perum Damri dengan Pemprov Sulawesi Selatan ini terus merugi. General Manajer Damri Cabang Makassar, Ilyas Harianto mengungkapkan setiap tahun, BRT mengalami kerugian miliaran rupiah. Pendapatan tidak mampu menutupi biaya operasional sehingga menutup operasi sejumlah koridor menjadi pilihan. .

"BRT kini hanya mempunyai sisa 9 armada yang melayani beberapa koridor. Tidak ada berubah sejak awal beroperasi. Tidak pernah untung. Jadi ya kita sempat mau kembalikan saja semua ke pusat bus-bus ini," jelas Ilyas, Rabu (25/12/2019).

Meski demikian, Dinas Perhubungan Sulsel, tetap mengusulkan membuka koridor baru BRT di Jalan Letjen Hertasning. Karenanya, pengelola BRT sementara mengkaji rute tersebut. Ilyas membenarkan, jika  Dishub Sulsel ingin membuka koridor baru, dengan rute Jalan Hertasing- Jalan HM Yasin Limpo atau jalur ke Samata.

Menurutnya, rute ini sebenarnya menjanjikan, lantaran bukan rute transportasi umum.

"Bukan jalur pete-pete jadi potensi untuk operasional BRT sebenarnya. Namun kami pikir-pikir dahulu. Ya, peluangnya bisa saja dilayani nanti," urai Ilyas.

Ia mengungkapkan, agar bertahan, pihaknya terpaksa menerapkan subsidi silang. Juga mencoba cara lain seperti menyewakan bus-bus BRT untuk berbagai acara. Termasuk disewakan untuk rombongan perjalanan wisata, studi tur antarkota dan sebagainya.

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Transportasi Mamminasata, Prayudi Syamsibar mengatakan, survei rute dilakukan untuk pembukaan rute t ersebut. Selain itu pihaknya, bersama Dishub Sulsel dan Perum Damri sudah turun meninjau rute jalan yang bakal dilalui BRT ke depan.

Jalur percontohan ini akan difokuskan pada jalur yang melalui Jalan Letjen Hertasning Makassar.

"Titiknya, akan dimulai di Pasar Sentral Makassar dan berakhir hingga ke Pasar Burung-burung, wilayah Pattalassang, Kabupaten Gowa. Secepatnya diuji coba," terang Prayudi.

Sementara itu, Gubernur Sulsel saat dimintai tanggapannya soal kondisi dan nasib BRT saat ini, ia menyebutkan dia punya konsep sendiri.

"Tunggu aja. Konsep kita itu bagus. Konsep kita itu shuttle stopping busnya, tidak terlalu besar tapi fungsional. Busnya juga pendek, Itu lagi bikin. Kita lagi undang mereka datang. Busnya itu enak, bisa mampir dan orang naik turun mudah. Kita lagi desain bus yang bagus. Lebih nyaman orang lagi berdiri di atas," urai Nurdin.

Terkait bus bantuan dari Kementerian Perhubungan yang sudah ada, Nurdin menegaskan, jika itu sudah ada yang punya, dan pajaknya baru selesai dibayar.

Kementerian Perhubungan RI, melalui Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah XIX Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat memberikan bantuan bus sebanyak 29, terdiri dari 15 bus rapid  trans (BRT) dan 14 bus sekolah.

baca juga: Antisipasi Bencana, Bangka Siapkan Anggaran Rp5 Miliar

Sebanyak 15 BRT untuk Pemprov Sulsel, 14 bus sekolah untuk Kota Makassar, dan Palopo, Kabupaten Kepulauan Selayar, Pangkajene dan Kepulauan, Sidenreng Rappang, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, serta Kabupaten Barru. Juga untuk Pondok Pesantren Modern Babussa'adah Kabupaten Luwu, Universitas Hasanuddin Kota Makassar,  Universitas Muhammadiyah Parepare, serta Universitas Tomakaka Sulawesi Barat masing-masing satu unit. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More