Rabu 25 Desember 2019, 06:45 WIB

Tiongkok Bahas Isu Korut Bersama Korsel dan Jepang

Willy Haryono | Internasional
Tiongkok Bahas Isu Korut Bersama Korsel dan Jepang

(AFP/POOL/WANG ZHAO)
Presiden Korsel Moon Jae-in (kiri) bersama PM Tiongkok Li Keqiang (tengah) dan PM Jepang Shinzo Abe di kota Chengdu, 24 Desember 2019.

 

TIONGKOK menjamu kepala negara Korea Selatan dan Jepang pada hari ini, Selasa 24 Desember 2019. Ketiganya membicarakan kesatuan regional mengenai cara menghadapi masalah nuklir Korea Utara.
 
Pertemuan di kota Chengdu digelar di tengah ancaman Korut yang berencana mengirimkan "hadiah Natal" kepada Amerika Serikat pada akhir tahun ini. "Hadiah" akan diberikan jika AS tidak juga mengubah sikap atau memberikan semacam konsensi di akhir 2019.
 
Sejumlah analis dan pejabat AS memprediksi "hadiah natal" tersebut bisa saja berupa uji coba misil balistik.

Dalam upacara pembukaan di Chengdu, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengharapkan kerja sama dari Presiden Korsel Moon Jae-in dan PM Jepang Shinzo Abe. PM Li ingin ketiga negara bersama-sama "melindungi keselamatan dan stabilitas kawasan."
 
Presiden Moon menilai kerja sama ketiga negara sebagai hal penting di tengah situasi "bergolak" seperti saat ini. Pertemuan di Chengdu merupakan kali pertama Presiden Moon dan PM Abe bertemu sejak 15 bulan terakhir.
 
Hubungan Korsel dan Jepang memburuk dalam beberapa bulan terakhir terkait masalah dagang dan isu lainnya. AS telah berulang kali meminta Korsel dan Jepang untuk menghentikan permusuhan, karena khawatir hubungan buruk dapat mempersulit urusan diplomasi di Asia.
 
"Sebagai kekuatan besar di kawasan, Tiongkok ingin memperlihatkan kehadiran diplomatik kepada dunia dengan mempertemukan pemimpin Jepang dan Korsel dalam satu meja," kata Haruko Satoh, profesor ilmu politik Tiongkok dari Universitas Osaka, kepada kantor berita AFP.
 
Dalam pertemuan di Beijing satu hari sebelumnya dengan Presiden Xi Jinping, Moon dan Abe sama-sama membicarakan mengenai pengaruh diplomatik Negeri Tirai Bambu di kawasan.
 
Usaha jangka panjang dalam menanggulangi ancaman nuklir Korut relatif terhenti sejak berakhirnya Konferensi Tingkat Tinggi kedua antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Hanoi pada awal tahun ini.
 
Pertemuan perdana mereka di Singapura tahun lalu juga tidak menghasilkan kesepakatan berakhir. Sementara pertemuan ketiga Trump dan Kim di Zona Demiliterisasi hanya digelar dalam nuansa informal.(Medcom/OL-12)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More