Selasa 24 Desember 2019, 20:25 WIB

120 Gelondongan Kayu Jati Ilegal Diamankan di Sumbawa

Yusuf Riaman | Nusantara
120 Gelondongan Kayu Jati Ilegal Diamankan di Sumbawa

Ilustrasi
Illegal logging

 

TIM gabungan, TNI, Polri dan KPH Batu Lante amankan sekitar lima kubik atau 120 gelondongan kayu jati berasal dari hutan Semamung, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (24/12).

Upaya pengamanan tersebut dilakukan saat Kodim 1607/Sumbawa bersama anggota Polsek Moyo Hulu dan KPH Batu Lante melakukan patroli gabungan di kawasan Hutan Lindung Desa Semamung Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa.

Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, memberikan apresiasi kepada tim patroli gabungan yang terus eksis mengamankan hutan dari para pelaku illegal logging.

Berdasarkan laporan, kata Dandim, kayu jati dalam bentuk gelondongan ditemukan dalam. kondisi berserakan di sekitar lokasi sebelum kemudian diamankan petugas gabungan.

"Jadi kayu ini ditemukan masih berserakan dan belum sempat diambil oleh pelaku ilegal loging setelah ditebang, jumlahnya sekitar 120 batang atau diperkirakan sekitar lima kubik," katanya.

Dalam patroli tersebut, personel gabungan tidak menemukan oknum pelaku penebangan hutan secara liar dan barang bukti lima kubik kayu jati sudah diamankan di Kantor KPH Batu Lante Kecamatan Moyo Hulu.

Samsul mengajak dan mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama menyelamatkan dan menjaga hutan agar tidak gundul dan itu adalah dengan mempersempit gerakan para oknum pelaku ilegal logging ging.

"Bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan, apabila menemukan atau mencurigai ada oknum yang akan melakukan pembalakan liar segera melaporkan kepada Babinsa, Koramil atau Babinkamtibmas atau KPH terdekat sehingga bisa dilakukan pencegahan secara cepat dan tepat demi keselamatan hutan dan lingkungan," ujarnya  (Ol-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More