Selasa 24 Desember 2019, 17:51 WIB

Pengaruh Minuman Keras, WNA Lakukan Pembunuhan

Usman Afandi | Nusantara
Pengaruh Minuman Keras, WNA Lakukan Pembunuhan

Ilustrasi
Pembunuhan

 

PENGARUH kuat minuman keras, Hendrik Tibboel (HT), 56, warganegara Belanda nekad melakukan pembunuhan di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kali Puro Banyuwangi, Jawa Timur, kemarin.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banyuwangi, AKBP Arman Asmara Syarifuddin tersangka (HT) saat sedang membunuh, Nur Hofiani (NH),42, warga jalan Citarum kelurahan Panderejo, Banyuwangi, dalam pengaruh minuman keras.

"Bedasarkan pemeriksaan dari tim kami, pelaku terpengaruh oleh minuman keras. Di lokasi kejadian ditemukan ada minuman Cap Tikus, dan obat-obatan terlarang lainya," kata Arman, Selasa (24/12).

Arman juga menjelaskan, tersangka (HK) tersebut diduga marah, lantaran korban (HT) sering meminjam uang kepada tersangka (HK). Hingga akhirnya korban pun kesal dan puncaknya melakukan aksi pembunuhan.

"Tersangka juga sering dipinjami uang oleh korban, dan korban juga sering bertengkar tanpa alasan yang jelas," kata Arman.

Dengan mengunakan kabel, pelaku (HT) menjerat korban dari belakang, hingga akhirnya korban tidak sadarkan diri dan  meninggal di dalam sebuah kamar.

"Pelaku menjerat korban dari belakang, hingga akhirnya korban meninggal terlentang di kamar, " tuturnya.

Sementara itu, untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya korban (HK) terancam pasal 340 Kitap Undang - undang Hukum Pidana (KUHP) atas pasal 338 KUHP dengan penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

Namun karena (HT) statusnya Warga Negara Asing (WNA) yaitu warga Belanda, Porlesta Banyuwangi sekarang ini masih berkordinasi dengan pihak terkait guna untuk menindak lanjut.

"Dari identitas tersangka setatusnya masih kewarganegaraan asing, kami masih kordinasi dengan pihak kedutaan untuk ditindak lebih lanjut," pungkasnya. (OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More