Selasa 24 Desember 2019, 07:55 WIB

Jakarta Harus Tiru Surabaya Atasi Genangan

Selamat Saragih | Megapolitan
Jakarta Harus Tiru Surabaya Atasi Genangan

MI/ARYA MANGGALA
Sejumlah pengendara melintasi banjir yang menggenangi underpass Cawang, Jakarta, Selasa (12/12).

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta diminta meniru Surabaya dalam mengendalikan genangan. Di Surabaya, jalan-jalan protokol dipasangi grating steel agar air langsung masuk ke saluran.

Grating Steel merupakan penutup saluran yang terbuat dari baja. Ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah seusai kunjungan kerja di Surabaya.

“Kami PDIP kunker ke Surabaya. Jadi setiap aspal itu ada grating steel kira-kira 60 sentimeter persegi, ada besinya, penutupnya, itu langsung masuk ke gorong-gorong pembuangan air,” kata Ida di DPRD DKI Jakarta, kemarin.

Ida yakin bila sistem itu diterapkan, Jakarta bisa terbebas dari genangan. Terlebih, mulut saluran air di trotoar dianggap terlalu kecil.

“Kalau itu Bapak lakukan di DKI, saya yakin tidak ada lagi genangan air karena mulut trotoar yang kecil atau kena tanah taman,” ujar dia.

Politikus PDI Perjuangan itu menyebut grating steel di Surabaya dipasang setiap 4 meter. Sementara DKI memasang grating steel setiap 25 meter.  

“Jadi, setiap empat meter selalu ada lubang sekitar 60 meter persegi, ditutup sama besi, kira-kira 1,5 meter di trotoar itu ada lubang juga untuk pembukanya kalau itu macet. Ini lumayan mengurangi debit air yang akan masuk ke lubang-lubang kecil,” pungkas dia.

Dicuri

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Yusmada Faizal mengatakan sebenarnya Pemprov sudah membangun saluran air atau gorong-gorong di bawah jalan raya seperti di Surabaya. Contohnya, di underpass Mampang-Kuningan, Jakarta Selatan.

Namun, lanjutnya, penutup saluran air dari teralis besi atau grating steel itu beberapa kali dicuri. “Kami dulu pernah pasang grating steel itu. Tapi apa yang terjadi? Dikilokan,” ujar.

Meskipun demikian, lanjut Yusmada, Pemprov DKI saat ini lebih banyak menggunakan kanstin tali air sebagai jalan masuknya air ke gorong-gorong.

Pemprov DKI nantinya akan memperbanyak pembangunan gorong-gorong yang dilengkapi grating steel. Pemprov DKI juga akan memasang kamera CCTV agar grating steel itu tidak dicuri.

Yusmada berkaca pada beberapa kali hilangnya grating steel di underpass Mampang-Kuningan. Kejadian itu tidak terulang setelah Pemprov DKI memasang kamera CCTV di sekitar underpass.

“Kalau di Surabaya menggunakan namanya grating steel, itu ada di jalan. Kalau kami masih menggunakan kanstin. Besok kami tambahkan grating steel. Tambahkan kamera saja semua, jalan-jalan kami pakai kamera,” kata dia.

Yusmada mengakui, saluran air di bawah jalan efektif mengatasi genangan di ruas jalan tersebut. Hal itu sudah dibuktikan di underpass yang memiliki saluran air di bawahnya.

“Kenapa saat hujan underpass kami enggak tergenang? Berarti kan sistem pompanya main (berfungsi), termasuk grating,” ungkap Yusmada.

Sementara itu, pengelola moda raya terpadu (MRT) mematikan akses eskalator di beberapa stasiun saat hujan deras mengguyur Jakarta.

Setidaknya ada lima stasiun yang eskalatornya dimatikan, yakni Stasiun MRT Lebak Bulus Grab, Fatmawati, Haji Nawi, Blok A, dan Blok M BCA. Kelimanya merupakan stasiun layang.

Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin mengatakan pihaknya mematikan akses eskalator tersebut karena faktor cuaca. “Memang kemarin hujannya cenderung hujan badai, jadi lebih karena faktor angin sih,” ujarnya. (Tri/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More